Viral Pengadaan Video Dokumenter BGN Rp1,37 Miliar, Begini Penjelasan dari Lembaga

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 13:40 WIB
Kantor Badan Gizi Nasional (BGN). (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
Kantor Badan Gizi Nasional (BGN). (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)

JP Radar Kediri – Belakangan ini publik dihebohkan dengan pengadaan paket pembuatan video dokumenter Badan Gizi Nasional (BGN) senilai Rp1,37 miliar.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran internal, proyek pengadaan video tersebut terjadi pada periode Maret hingga Mei 2026. Pada rentang waktu tersebut, BGN masih dipimpin oleh Kepala BGN sebelumnya, Dadan Hindayana.

"Di mana pada bulan-bulan tersebut, Kepala BGN saat ini, yaitu Bapak Sudaryono, belum menjabat sebagai Kepala BGN," ujar Tysa melalui video resmi yang diunggah di akun Instagram BGN, dikutip Jumat (9/10).

Baca Juga: Insentif Rp 2.000 per Porsi MBG, Kepala BGN: Demi Keadilan dan Proporsional

Tysa menegaskan, informasi terkait polemik anggaran ini harus dilihat secara proporsional, khususnya dengan memerhatikan konteks waktu, tahapan, serta proses administrasi yang berjalan saat pengadaan itu diteken.

Sebagai catatan, Sudaryono baru resmi dilantik dan dipercaya memegang kendali sebagai Kepala BGN sejak Juli 2026. Dengan demikian, proyek film dokumenter tersebut dipastikan bukan berjalan di bawah kepemimpinan era saat ini.

Baca Juga: BGN Uji Coba MBG Prasmanan di 60 Titik Dapur, Disajikan Makanan Hangat Langsung di Kelas

Lebih lanjut, pihak BGN mengapresiasi tinggi segala bentuk pengawasan dan kepedulian masyarakat terhadap transparansi penggunaan uang negara. Mereka memastikan bahwa seluruh proses pengadaan barang dan jasa di lingkup lembaga tetap berpedoman pada mekanisme serta ketentuan hukum pemerintah yang berlaku.

Seiring langkah penguatan tata kelola kelembagaan yang tengah digalakkan, BGN berkomitmen untuk terus mengevaluasi aspek perencanaan, pengadaan, pengawasan, hingga pengelolaan anggaran. Langkah ini diambil agar ke depan setiap rupiah anggaran negara bisa dikelola secara jauh lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
Mbg viral BGN badan gizi nasional