Ombak Laut Selatan Jatim Tinggi: Puncak 3 Oktober, Nelayan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 09:56 WIB
Ilustrasi ombak tinggi di pantai selatan. (Foto Asad MS)
Ilustrasi ombak tinggi di pantai selatan. (Foto Asad MS)

JP Radar Kediri – Warga pesisir dan nelayan di wilayah selatan Jawa Timur perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, ketinggian gelombang diprediksi mencapai lebih dari 2,5 meter pada Sabtu (3/10).

Kondisi tersebut terutama berpotensi terjadi di sejumlah perairan selatan Jatim. Meliputi Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, hingga Jember.

Prakirawan BMKG Tanjung Perak, Arrizal R. Fatoni, mengatakan puncak kenaikan gelombang diprakirakan terjadi pada 3 Oktober.

Sejumlah wilayah bahkan berpotensi mengalami gelombang hingga sekitar 2,7 meter.

"Masyarakat pesisir dan pengguna jasa kelautan di wilayah selatan perlu meningkatkan kewaspadaan pada tanggal 3 Oktober. Beberapa perairan seperti Blitar berpotensi diterjang gelombang hingga 2,72 meter, Malang mencapai 2,68 meter, Tulungagung 2,64 meter, serta Lumajang hingga 2,62 meter," terangnya berdasarkan data prakiraan maritim.

Berdasarkan prakiraan tersebut, gelombang di Perairan Blitar diprediksi berada pada kisaran 2,44–2,72 meter.

Kemudian Malang 2,50–2,68 meter, Tulungagung 2,40–2,64 meter, Lumajang 2,44–2,62 meter, dan Trenggalek 2,39–2,60 meter.

Baca Juga: Ombak Selatan Jatim Tinggi, Begini Ramalan Tinggi Gelombang Sampai 30 Agustus 2026

Sementara itu, Perairan Jember diprediksi memiliki gelombang 2,39–2,57 meter. Sedangkan Pacitan berkisar 2,34–2,54 meter.

Kondisi tersebut dipengaruhi pola angin yang secara umum bertiup dari arah timur hingga tenggara.

Kecepatannya berkisar 8–30 knot. Selain itu, kondisi berawan juga masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan.

BMKG juga mengingatkan keberadaan awan Cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap.

Awan tersebut dapat memicu peningkatan kecepatan angin secara mendadak dan berdampak terhadap kenaikan tinggi gelombang.

Untuk wilayah perairan utara Jawa Timur dan Selat Madura, kondisi gelombang diprakirakan relatif lebih rendah. Ketinggiannya berkisar 0,3–1,4 meter.

Gelombang di wilayah selatan Jawa Timur diperkirakan mulai melandai secara bertahap pada 5–6 Oktober.

Namun, pengguna jasa kelautan tetap diminta memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melaut.

BMKG memberikan sejumlah batas kewaspadaan bagi aktivitas pelayaran.

Perahu nelayan perlu mewaspadai kondisi saat angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko saat angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter.

Sedangkan kapal ferry atau penyeberangan perlu mewaspadai kondisi angin 21 knot dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Peringatan tersebut menjadi perhatian khusus bagi aktivitas pelayaran di perairan selatan Jatim, terutama ketika kondisi gelombang dan angin mengalami peningkatan secara bersamaan. 

Editor : Shinta Nurma Ababil
Sumber : BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Radar Kediri
ombak tinggi angin kencang laut selatan