Angin Perairan Laut Selatan Tembus 22 Knot, Pasang Laut Capai 1,28 Meter, Begini Perkiraannya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 01:05 WIB
Ilustrasi ombak tinggi di pantai selatan. (Foto Asad MS)
Ilustrasi ombak tinggi di pantai selatan. (Foto Asad MS)

 

JP Radar Kediri – Aktivitas di pesisir selatan Jawa Timur, khususnya wilayah Mataraman, perlu memperhatikan kondisi angin, gelombang, arus, dan pasang surut laut.

Dalam periode 30 September hingga 2 Oktober 2026, BMKG memprakirakan gelombang kategori sedang di perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, dan Blitar.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, tinggi gelombang di empat wilayah tersebut berada pada kisaran 1,25–2,5 meter sepanjang hari.

Kondisi angin cukup kencang diprakirakan terjadi pada siang hingga sore hari. Perairan Tulungagung menjadi salah satu yang perlu mendapat perhatian karena kecepatan angin dapat mencapai 22 knot sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca Juga: Gelombang Laut Selatan Jatim Tembus 3,38 Meter, Begini Rinciannya!

Sementara di perairan Trenggalek, angin diprakirakan mencapai 20 knot pada waktu yang sama. Adapun angin di perairan Pacitan dan Blitar masing-masing dapat mencapai sekitar 18 knot.

Arus Blitar Capai 1,65 Knot

Selain angin dan gelombang, pergerakan arus laut juga perlu diperhatikan. Perairan Blitar tercatat memiliki prakiraan arus paling kuat, mencapai 1,65 knot pada 1 Oktober sekitar pukul 04.00 WIB.

Sedangkan arus di perairan Tulungagung dan Pacitan berada pada kisaran 0,80–1,10 knot.

Secara umum, kondisi cuaca di pesisir Mataraman diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun, terdapat potensi awan tebal pada dini hari 1 Oktober.

Suhu udara berkisar 24–26 derajat Celsius, dengan kelembapan relatif tinggi mencapai 86–93 persen.

Baca Juga: Ombak Selatan Jatim Tinggi, Begini Ramalan Tinggi Gelombang Sampai 30 Agustus 2026

Pasang Tertinggi 1,28 Meter

Sementara itu, data Marine Automatic Weather Station (MAWS) Malang menunjukkan adanya pasang air laut pada malam hari.

Pada 30 September pukul 22.50 WIB, ketinggian pasang diprakirakan mencapai 1,28 meter. Kemudian pada 1 Oktober pukul 23.20 WIB, pasang tertinggi mencapai 1,21 meter.

Sebaliknya, surut terendah pada 30 September terjadi sekitar pukul 04.50 WIB dengan ketinggian -1,35 meter. Pada 1 Oktober, surut terendah diprakirakan mencapai -1,30 meter sekitar pukul 05.30 WIB.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai. Terlebih ketika angin dan gelombang meningkat bersamaan dengan periode pasang.

Nelayan, khususnya pengguna perahu kecil, diimbau memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut.

Pengunjung pantai juga diminta tetap mengikuti arahan petugas dan menghindari aktivitas terlalu dekat dengan laut ketika kondisi gelombang dan arus sedang menguat.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya
ombak tinggi angin kencang laut selatan