Gelombang Selatan Jatim Bisa Capai 4 Meter, Begini Perkiraan cuaca Hingga Awal Oktober

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 01:12 WIB
Ilustrasi ombak tinggi di pantai selatan. (Foto Asad MS)
Ilustrasi ombak tinggi di pantai selatan. (Foto Asad MS)

JP Radar Kediri – Cuaca laut di pesisir selatan Jawa Timur perlu diwaspadai.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan selatan Jatim, termasuk Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.

Potensi tersebut dipengaruhi kondisi angin timuran yang cukup kuat di wilayah selatan ekuator.

Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dan turut memicu peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa.

Berdasarkan peringatan dini BMKG, gelombang kategori tinggi dengan ketinggian 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Perairan Trenggalek, Tulungagung, dan Blitar.

Kondisi tersebut juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain, seperti Samudra Hindia barat Aceh, Lampung, selatan Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga selatan Bali dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan lainnya, termasuk Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, serta perairan utara Jawa Timur.

Angin Capai 22 Knot

Untuk wilayah Pesisir Mataraman, kondisi laut juga perlu mendapat perhatian. Prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya menunjukkan angin di Perairan Tulungagung dapat mencapai 22 knot pada siang hari, Selasa (29/9).

Baca Juga: Gelombang Laut Selatan Jatim Tembus 3,38 Meter, Begini Rinciannya!

Sementara kecepatan angin di Perairan Pacitan diprakirakan mencapai 20 knot.

Gelombang setinggi 2,5–4 meter berpotensi muncul pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB di perairan Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.

Selain gelombang tinggi, masyarakat yang beraktivitas di laut juga perlu memperhatikan potensi arus laut kuat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus bagi nelayan dan pelaku pelayaran.

BMKG mencatat perahu nelayan mulai berisiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

Untuk kapal tongkang, risiko meningkat pada kecepatan angin 16 knot dengan gelombang 1,5 meter.

Sementara kapal feri berisiko ketika angin mencapai 21 knot dan gelombang mencapai 2,5 meter.

Karena itu, nelayan maupun pelaku pelayaran diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca laut sebelum beraktivitas.

Khususnya bagi nelayan dengan perahu kecil, kondisi angin dan gelombang perlu menjadi pertimbangan utama sebelum melaut.

Masyarakat yang berada di pesisir selatan juga diminta mencermati kondisi pasang air laut.

Berdasarkan prakiraan, pasang tertinggi diprediksi terjadi pada 30 September sekitar pukul 22.50 WIB.

Kondisi gelombang dan pasang tersebut perlu diantisipasi, terutama di kawasan pesisir yang memiliki aktivitas masyarakat maupun fasilitas yang berada dekat garis pantai.

Perkiraan ini berlaku pada 29 September hingga 2 Oktober pukul 07.00.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya
gelombang tinggi ombak tinggi laut selatan