JP Radar Kediri – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu diwaspadai di wilayah eks-Karesidenan Kediri dan Madiun.
Pemantauan satelit pada 28 September 2026 mendeteksi puluhan titik panas (hotspot).
Total terdapat 63 titik panas yang terdeteksi di wilayah pemantauan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 titik masuk kategori kepercayaan sedang.
Sementara itu, tidak terdapat titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Kabupaten Kediri dan Kabupaten Ngawi tercatat menjadi wilayah dengan jumlah titik panas kategori sedang terbanyak. Masing-masing terdapat 12 titik.
Meski keberadaan hotspot tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran, data tersebut menjadi indikator yang perlu diwaspadai.
Terlebih, kondisi cuaca dan permukaan lahan diprediksi masih mendukung terjadinya kebakaran.
Berdasarkan peta prakiraan tingkat kemudahan lahan terbakar di permukaan untuk 29 September 2026, sebagian besar wilayah Jawa Timur berada dalam kategori permukaan sangat kering dan sangat mudah terbakar.
Baca Juga: Waspada Kebakaran Lahan di Kediri Raya dan Madiun! 58 Titik Panas Terdeteksi
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa parameter cuaca dan permukaan lahan mendukung api lebih mudah menyala dan menyebar.
Karena itu, aktivitas yang dapat menjadi sumber api perlu dihindari, terutama di kawasan terbuka, lahan pertanian, perkebunan, maupun area yang berdekatan dengan hutan.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun sisa tanaman di lahan.
Puntung rokok juga sebaiknya tidak dibuang sembarangan karena kondisi permukaan yang kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Selain pencegahan, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau indikasi kebakaran kepada petugas pemadam kebakaran maupun aparat setempat.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga perlu meningkatkan pemantauan di wilayah yang terdeteksi memiliki hotspot, terutama kawasan dengan kondisi lahan kering.
Perkembangan titik panas dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : BMKG – Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri