JP Radar Kediri – Badan Gizi Nasional (BGN) segera meluncurkan aplikasi pengawasan khusus berkonsep mirip layanan ojek online (ojol).
Dengan aplikasi ini memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap dapur yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala sekolah nantinya bisa memberi rating dan catatan terkait kualitas layanan MBG.
"Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah. Konsepnya mirip seperti di ojol, di mana guru-guru bisa memberi bintang dan catatan terhadap dapur penyedia makanan," ujar Sudaryono melalui video yang diunggah di akun Instagram resminya, @sudaru_sudaryono, dikutip Senin (21/9).
Baca Juga: Korban Keracunan di Kota Kediri Trauma Lihat Ompreng MBG! Satgas MBG Gandeng Kejaksaan dan TNI/Polri
Saat ini, BGN sebenarnya telah mengembangkan aplikasi pemantau kurir untuk memastikan proses serah terima makanan dari dapur ke sekolah terpantau secara real-time. "Ini sedang kami kembangkan. Pengiriman MBG ke sekolah saat serah terima ada prosesnya, sehingga bisa terus dimonitor," imbuhnya.
Pada tahap berikutnya, fungsionalitas aplikasi tersebut akan diperluas agar kepala sekolah memiliki akses penuh untuk menilai performa dapur MBG yang melayani sekolah mereka. Sudaryono memperkirakan sistem ini membutuhkan waktu sekitar satu hingga tiga minggu ke depan agar bisa diakses dan digunakan secara merata.
Transparansi dan Standar Kualitas
Melalui fitur penilaian ini, kepala sekolah dapat melaporkan berbagai kendala di lapangan secara transparan. Mulai dari kualitas menu yang dinilai kurang, keterlambatan pengiriman, hingga berbagai persoalan operasional lainnya.
"Apakah menunya kurang baik, apakah sering terlambat, atau masalah lainnya, semuanya bisa diberi bintang dan dicatat," jelas Sudaryono.
BGN memandang masukan langsung dari pihak sekolah sangat krusial untuk mengukur tingkat kepuasan penerima manfaat sekaligus menjadi instrumen evaluasi bagi tiap dapur MBG. Prinsip dasarnya sederhana: peserta didik adalah konsumen yang berhak mendapatkan pelayanan terbaik.
Baca Juga: Korban Keracunan di Kota Kediri Bertambah Jadi 39 Siswa! Satgas Dapati Menu MBG Diolah Lebih Awal
"Bahwa peserta didik itu adalah konsumen, dan konsumen harus menerima yang semestinya," tegasnya.
Sudaryono juga menekankan bahwa standar kualitas program MBG harus setara dan tidak boleh berbeda antardaerah. Jika siswa di satu wilayah bisa mendapatkan makanan dan pelayanan yang baik, maka standar serupa wajib diterapkan di sekolah-sekolah lainnya tanpa terkecuali.
Oleh karena itu, BGN mendorong para kepala sekolah agar tidak ragu menyampaikan kritik, saran, maupun evaluasi konstruktif melalui sistem digital yang tengah disiapkan ini.
"Maka dari itu, kami ingin mendapatkan lebih banyak feedback dari Bapak dan Ibu kepala sekolah semuanya," tandasnya.
Editor : Shinta Nurma Ababil