Menko Pangan Beri Kuliah Tamu di Uniska, Zulhas: SPPG yang Lalai Hentikan Saja

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 22:49 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan memberikan kuliah tamu terkait dukungan ketahanan pangan di Universitas Islam Kediri kemarin sore (10/9). (WAHYU ADJI F/JPRK)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan memberikan kuliah tamu terkait dukungan ketahanan pangan di Universitas Islam Kediri kemarin sore (10/9). (WAHYU ADJI F/JPRK)
 
KOTA, JP Radar Kediri-Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan memberikan kuliah tamu terkait dukungan ketahanan pangan di Universitas Islam Kediri kemarin sore (10/9). 
Tak hanya menyinggung tentang peningkatan kesejahteraan petani lewat kenaikan nilai tukar petani (NTP), pria yang akrab disapa Zulhas itu juga menyoroti kasus maraknya keracunan menu makan bergizi gratis (MBG). 
Lebih jauh Zulhas mengatakan, NTP petani terus meningkat setiap tahunnya. "Dari tahun 2024 angkanya 116 meningkat 125 pada tahun 2025. Kemudian, 2026 ini menjadi 129," ujar pria yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu. 
Di sela-sela pemaparan materi, Zulhas juga sempat menyingung pengelolaan makan bergizi gratis (MBG). Terutama terkait pendistribusiannya.
“Bahan baku bagus, masak bagus, lalai kirim. Ada lagi masak bagus, kirim tepat waktu, tempatnya tidak bersih. Saya bilang (SPPG) yang lalai berhenti,” tegasnya tentang kasus keracunan MBG yang marak ditemui.
Baca Juga: Permendagri Soal Pilkades Ditarget Terbit Akhir September Ini, Pemkab Kediri Sudah Siapkan Draf
Diakui Zulhas, perlu kerja sama banyak pihak untuk mengawasi MBG. Baik TNI, Polri, mahasiswa, dan masyarakat. Sehingga, program positif itu bisa benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Terpisah, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Ketua Yayasan Universitas Islam Kediri (Uniska) M. Anwar Iskandar menyebut, ketahanan pangan sangat vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 
“Sering kita mendengar krisis. Ada krisis politik, ada krisis sosial, dan lain-lain. Tapi dari segala krisis itu yang paling berbahaya adalah krisis pangan,” ungkapnya.
Krisis politik menurut pria yang akrab disapa Gus War itu bisa diselesaikan dengan saling bertemu, berdialog, membuat kesepakatan. Namun, krisis pangan bisa membuat orang nekat karena terkait urusan perut. 
“Orang bisa nekat dan itu akan terjadi kriminalitas. Bisa mengarah ke sana, bisa mengarah kepada stabilitas yang terganggu,” tuturnya dalam acara yang juga dihadiri Wali Kota Vinanda Prameswati itu.
Untuk diketahui, kasus keracunan makanan yang diduga akibat MBG baru saja terjadi di Kediri. Sedikitnya ada 30 siswa di Kecamatan Badas yang mengalami keracunan makanan pada Rabu (2/9) lalu. 
Merespons kejadian tersebut, Satgas MBG Kabupaten Kediri sudah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Selanjutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) juga melakukan suspend atau penangguhan terhadap SPPG Blaru di Badas.
Baca Juga: Kritik Pengelolaan, Pedagang Pasar Pahing Kediri Pasang Baliho Protes, Ini Tuntutannya!
Sementara itu, pemasok makanan untuk ribuan siswa di Kecamatan Badas akan diganti mulai Senin (14/9) nanti. Siswa yang semula dipasok makanan oleh SPPG Blaru akan digantikan oleh SPPG Bringin. “Sudah diminta ganti SPPG ke Bringin. Baru membuat MoU, mulai penyaluran hari Senin 14 September 2026,” ujar salah satu kepala sekolah menengah pertama yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Menurutnya, siswa yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan kini telah pulih. Pihak sekolah juga sudah tidak menerima laporan adanya siswa maupun wali murid yang trauma.
Meski demikian, sekolah meminta agar penyaluran berikutnya dilakukan oleh dapur yang benar-benar memenuhi standar. Serta mendapat pengawasan lebih ketat. 
Para siswa juga sudah dibekali pengetahuan untuk mengenali makanan yang sehat dan layak dikonsumsi. “Anak-anak sudah dibekali kewaspadaan terhadap menu masakan yang sehat dan layak dikonsumsi dari dinkes melalui Satgas MBG Kecamatan. Jadi tetap ingin menerima MBG dengan SPPG yang proper,” sambung salah satu kepala SMP di Badas. (la/sad/ut)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Mbg Menko Pangan zulhas zulkifli hasan BGN