JP Radar Kediri – Nelayan dan pengguna jasa pelayaran di perairan selatan Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan selatan Jatim mencapai 2,66 meter.
Informasi tinggi gelombang tersebut berlaku mulai 7 hingga 11 September 2026.
Gelombang tertinggi diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan selatan Jatim, terutama pada 8 September.
Di Perairan Pacitan, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,41–2,66 meter.
Kondisi serupa berpotensi terjadi di Perairan Trenggalek dengan gelombang 2,41–2,66 meter serta Perairan Tulungagung yang mencapai 2,42–2,66 meter.
Sementara itu, Perairan Blitar diprakirakan memiliki gelombang hingga 2,65 meter pada 8 September.
Kondisi gelombang cukup tinggi juga diprakirakan terjadi di wilayah lain di pesisir selatan Jawa Timur.
Perairan Malang misalnya, memiliki prakiraan gelombang hingga 2,64 meter pada 8 September. Sedangkan Perairan Lumajang mencapai 2,63 meter dan Perairan Jember 2,64 meter pada hari yang sama.
Untuk Perairan Banyuwangi, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,63 meter pada 8 September.
Secara umum, tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jatim masih berada pada kisaran lebih dari dua meter dalam beberapa hari ke depan, meski nilainya berfluktuasi setiap hari.
BMKG mengingatkan kondisi laut dapat berubah sewaktu-waktu. Keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap juga dapat menambah kecepatan angin sekaligus meningkatkan tinggi gelombang.
Karena itu, nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum berangkat.
Rincian Gelombang Perairan Selatan Jatim
Pacitan: 2,20–2,66 meter
Trenggalek: 2,18–2,66 meter
Tulungagung: 2,17–2,66 meter
Blitar: 2,16–2,65 meter
Malang: 2,16–2,64 meter
Lumajang: 2,15–2,63 meter
Jember: 2,15–2,64 meter
Banyuwangi: 2,16–2,63 meter
Sementara itu, wilayah Selat Bali bagian utara juga diprakirakan mengalami gelombang hingga 1,55 meter pada 8 September.
Informasi tersebut merupakan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya yang diterbitkan pada 6 September 2026.
Editor : MahfudSumber : Klimatologi, Badan Meteorologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya