Kondisi Terkini Anak Kratau, Bandara Dhoho Kediri Batalkan Penerbangan Tujuan Jakarta

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 14:53 WIB
Gunung Anak Krakatau erupsi hingga 10 dalam jangka waktu Jumat (4/9) dan Sabtu (5/9)
Gunung Anak Krakatau erupsi hingga 10 dalam jangka waktu Jumat (4/9) dan Sabtu (5/9)

JP Radar Kediri – Kondisi terkini vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas letusan ringan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, episode erupsi menerus yang berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB akhirnya berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa setelah fase erupsi menerus tersebut selesai, pihaknya mengamati tiga kali erupsi strombolian dengan kolom abu berwarna hitam.

Kembalinya tipe letusan ini untuk sementara diinterpretasikan sebagai penutup dari rangkaian erupsi panjang yang sebelumnya terjadi.

"Kembalinya erupsi strombolian yang merupakan karakteristik khas Gunung Anak Krakatau, untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang tersebut," ujar Lana dalam keterangan resminya, Senin (7/9).

Baca Juga: Dampak Letusan Anak Gunung Krakatau, Ratusan Orang Batal Terbang dari Bandara Dhoho Kediri

Kendati demikian, Badan Geologi menegaskan bahwa status gunung api di perairan Selat Sunda ini masih berada di Level III (Siaga). 

Pemantauan instrumental pada periode 6 hingga 7 September 2026 menunjukkan dinamika kegempaan yang masih tinggi, meliputi tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, 98 kali gempa hybrid, empat kali gempa tremor menerus, serta satu kali gempa vulkanik dangkal.

Potensi bahaya utama saat ini berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga potensi aliran lava jika erupsi kembali menerus. Oleh karena itu, masyarakat, wisatawan, serta pendaki diminta untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.

Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung juga diimbau untuk tetap tenang serta tidak mempercayai informasi palsu atau hoaks yang mengaitkan aktivitas vulkanik ini dengan potensi tsunami. Warga yang terdampak abu vulkanik disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan dan mengenakan masker.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus bersiaga melalui dua pos pengamatan utama, yakni Pos Pasauran di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, serta Pos Kalianda di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Penerbangan Kediri–Jakarta Terdampak

Dampak dari sebaran abu vulkanik tersebut turut dirasakan sektor penerbangan nasional. General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, mengonfirmasi bahwa penerbangan dari dan menuju Jakarta pada Minggu kemarin terpaksa dibatalkan menyusul penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat abu vulkanik.

"Pengembalian full refund untuk tiket," ujar Rahmat mengenai kompensasi bagi ratusan penumpang yang terdampak.

Adapun penerbangan yang dibatalkan meliputi rute Super Air Jet IU 356 dari Jakarta (CGK) menuju Kediri (DHX) yang dijadwalkan tiba pukul 11.50 WIB, serta penerbangan sebaliknya, yaitu IU 357 dari Kediri (DHX) menuju Jakarta (CGK) yang dijadwalkan berangkat pukul 12.30 WIB.

Baca Juga: Erupsi Anak Gunung Krakatau, 251 Penerbangan Lion Group Batal, ini Rinciannya

Rahmat menegaskan bahwa pembatalan ini bukan disebabkan oleh penutupan Bandara Dhoho Kediri. Secara operasional, bandara di Kediri tersebut tetap terbuka dan beroperasi normal. Namun, penerbangan ke Jakarta terpaksa ditiadakan karena jalur udara dan bandara tujuan terdampak material vulkanik yang membahayakan keselamatan penerbangan.

"Untuk bandara Kediri masih open. Tapi penerbangan ke Jakarta yang cancel," jelasnya.

Mengenai kepastian jadwal pemulihan rute, pihak bandara masih menunggu koordinasi lanjutan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pengguna jasa diimbau untuk selalu memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Senada dengan hal tersebut, Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menyatakan bahwa pembatalan ini murni merupakan dampak force majeure di luar kendali maskapai demi menjamin keamanan penumpang. Pihak maskapai menyediakan fasilitas pengembalian dana (refund) maupun penjadwalan ulang (reschedule) yang dapat diakses melalui tempat pembelian tiket awal atau agen perjalanan terkait.

Editor : Shinta Nurma Ababil
anak gunung krakatau erupsi anak gunung krakatau Kondisi Terkini Anak Kratau anak krakatau bandara dhoho kediri