Ning Jazil Komplain Nama Gus Kautsar Dicantumkan di Buku Islam ala Prabowo Tanpa Izin

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:26 WIB

Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso Muhammad Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar saat mengikuti acara peluncuran Buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial

Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso Muhammad Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar saat mengikuti acara peluncuran Buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial

JP Radar Kediri – Rilisnya buku Islam ala Prabowo kini tengah jadi sorotan publik, terlebih setelah Ning Jazil, istri Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Gus Kautsar, komplain karena pencantuman nama suaminya tanpa izin.

Protes itu disampaikan Ning Jazil di Instagram pribadinya @zil_hb serta kolom komentar unggahan akun @kabarmahasiswa.id yang membagikan informasi mengenai buku tersebut.

Istri Gus kautsar menyebut bahwa suaminya tidak pernah menulis materi untuk buku tersebut dan mengaku tidak mengetahui bahwa percakapan saat penulis berkunjung ke rumahnya akan digunakan sebagai bahan buku.

"Kok bisa ada nama suami saya?? pdhl gus kautsar tidak pernah menulis itu, kok bisa penulis tidak izin dulu kalau mau menyertakan nama suami saya di buku itu" tulis Ning Jazil dengan disertai emoticon menangis.

Baca Juga: Mengulik Respon Prabowo soal Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG)

Penulis Tidak Izin Wawancara Gus Kautsar untuk Buku

Dalam komentarnya, terlihat bahwa Ning Jazil mengatakan seharusnya penulis menyampaikan sejak awal apabila wawancara dengan Gus Kautsar akan digunakan untuk sebuah buku dengan tema tersebut.

Pasalnya, wawancara dengan Gus Kautsar pada waktu itu menurutnya layaknya percakapan biasa.

"Maaf, Penulis harusnya terus terang saat wawancara kl akan dibuat buku dg judul tsb, kl hanya wawancara banyak jg wartawan yg wawancara dg gus kautsar, dan saat itu jawaban gus hanya harapan2 terbaik untuk pemimpin, tidak faham kl mau di masukkan buku tsb, kl mencatut nama dlm buku apalagi berbau politik minimal pamit dulu.."

Ia menyebut penulis datang bersama anak dan istrinya dan diterima sebagai tamu seperti biasa.

"Saya ingat orang itu dtg ke rumah bersama anak dan istrinya, kami sambut layaknya tamu yg lain.. kami benar2 tidak tau kl obrolan itu ahirnya akan di masukkan dlm buku.. dan seingat saya itu tahun 2024 saat awal atau sblm pak Prabowo bertugas, gus kautsar hanya menyampaikan harapan2 dan doa sewajarnya tidak ada niat untuk menjadi bagian bahan dr buku tsb"

Ia juga mengatakan Gus Kautsar dan TGB sama-sama disebut tidak mengetahui bahwa percakapan mereka akan menjadi bagian dari buku tersebut.

"Sama dg Tuan guru bajang sama2 tidak merasa menulis atau niat menjdi bagian buku tsb".

Di akhir komentarnya, Ning Jazil kembali menyampaikan keberatannya.

Buku Islam Ala Prabowo Tuai Kontroversi

Buku setebal 346 halaman ini diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House dan diluncurkan di Jakarta pada 26 Agustus 2025. 

Penulisan buku diinisiasi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama elemen pimpinan MUI, serta disusun oleh tim penulis utama yakni Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas.

Isi buku sejatinya merupakan kompilasi perspektif dari sejumlah tokoh nasional, akademisi, dan ulama mengenai tafsir kepemimpinan serta nilai-nilai spiritualitas Presiden Prabowo Subianto. 

Beberapa nama yang turut tertera dalam daftar kontributor di antaranya Prof Yusril Ihza Mahendra, KH Said Aqil Siradj, hingga KH Asep Saifuddin Chalim.

Selain soal pencatutan nama, penggunaan frasa "Islam Ala Prabowo" pada judul buku juga menuai kritik publik karena dianggap berpotensi menimbulkan interpretasi yang keliru. 

Menanggapi gelombang kritik dari publik, Ketua Umum Forum Komunikasi Kyai Kampung Indonesia, Gus Maftuh meminta masyarakat agar tidak menghakimi buku dari judulnya semata.

Menurut dia, buku tersebut sama sekali tidak bermaksud mengusung mazhab atau ajaran baru, melainkan sekadar gambaran bagaimana amalan dan nilai keislaman diimplementasikan dalam gaya kepemimpinan Prabowo Subianto.

Hingga saat ini, pihak penerbit Atmosphere Publishing House maupun para penyusun utama buku belum memberikan pernyataan resmi terkait pernyataan bantahan dari TGB maupun pihak Gus Kautsar.

Editor : Shinta Nurma Ababil
buku islam ala prabowo istri gus kautsar islam ala prabowo gus kautsar Ning Jazil