Gelombang Capai 2,66 Meter di Selatan Jatim, BMKG Imbau Waspada hingga 9 September

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 20:18 WIB
Ilustrasi ombak tinggi di pantai selatan. (Foto Asad MS)
Ilustrasi ombak tinggi di pantai selatan. (Foto Asad MS)

JP Radar Kediri – Gelombang laut cukup tinggi diprakirakan terjadi di sejumlah perairan Jawa Timur dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan informasi tinggi gelombang yang diterbitkan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, gelombang di sejumlah perairan selatan Jatim berpotensi mencapai lebih dari 2,6 meter.

Prakiraan tersebut berlaku mulai 5 hingga 9 September 2026 dan diterbitkan pada 4 September 2026.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian berada di perairan selatan Jatim, terutama kawasan Pacitan hingga Banyuwangi.

Pada 8 September, misalnya, tinggi gelombang di Perairan Pacitan diprakirakan mencapai 2,40–2,66 meter.

Kondisi serupa berpotensi terjadi di Perairan Trenggalek dengan tinggi gelombang 2,41–2,66 meter.

Kemudian Perairan Tulungagung dan Blitar masing-masing diprakirakan mencapai 2,41–2,65 meter.

Sementara itu, Perairan Malang berpotensi mengalami gelombang 2,41–2,64 meter.

Gelombang juga berpotensi cukup tinggi di Perairan Lumajang, Jember, dan Banyuwangi yang masing-masing berada pada kisaran hingga 2,63 meter, 2,63 meter, dan 2,62 meter.

Baca Juga: Ombak Selatan Jatim Tinggi, Begini Ramalan Tinggi Gelombang Sampai 30 Agustus 2026

Kondisi gelombang tinggi tersebut tidak hanya terjadi pada 8 September, tetapi sejumlah perairan selatan Jatim sudah menunjukkan potensi gelombang lebih dari 2 meter sejak 5 September.

Perairan Pacitan, misalnya, diprakirakan memiliki gelombang sekitar 2,12 meter pada 5 September dan meningkat hingga 2,23–2,37 meter pada 6 September.

Pada 7 September, gelombang di wilayah tersebut berada pada kisaran 2,03–2,33 meter sebelum kembali meningkat pada 8 September.

BMKG juga memberikan catatan bahwa keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap dapat meningkatkan kecepatan angin sekaligus tinggi gelombang.

Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di laut, termasuk nelayan dan pengguna jasa penyeberangan, diimbau memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melaut.

Informasi tersebut merupakan prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya yang berlaku pada 5–9 September 2026.

Editor : Mahfud
Sumber : Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya
ombak tinggi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya laut selatan