Klarifikasi Kepala SPPG Kalitengah Sidoarjo Terkait 516 Santri Keracunan Menu MBG

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:43 WIB
Kepala SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Rafli Ridho mengungkapkan klarifikasi dan permohonan maaf kepada seluruh santri dan siswa yang keracunan diduga usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG). (Ardini Pramitha/JawaPos.com)
Kepala SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Rafli Ridho mengungkapkan klarifikasi dan permohonan maaf kepada seluruh santri dan siswa yang keracunan diduga usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG). (Ardini Pramitha/JawaPos.com)

JP Radar Kediri - Kepala SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Rafli Ridho mengungkapkan klarifikasi dan permohonan maaf kepada seluruh santri dan siswa yang keracunan diduga usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG).

Peristiwa ini diduga kuat berasal dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Selasa (1/9).

"Mohon maaf ya, saya menyesal," ujar Rafli saat ditemui di Sidoarjo, Rabu (2/9).

Baca Juga: Ini Menu MBG yang Dikonsumsi Santri Ponpes Sidoarjo Sebelum Keracunan

Rafli merinci, proses memasak makanan tersebut dimulai pukul 05.30 WIB dan rampung untuk dikirim ke sekolah-sekolah pada pukul 11.00 WIB. Menurutnya, makanan itu memiliki batas ketahanan sekitar empat jam setelah didistribusikan.

Ia juga mengeklaim bahwa sebelum dibagikan, pihak sekolah selalu melakukan uji rasa (test food) terlebih dahulu melalui guru yang bertugas.

"Nah, setelah saya tanyai, katanya aman, enggak ada masalah di makanannya. Tetapi, kenapa kok bisa keracunan? Lah, itu yang membuat saya bingung," ungkapnya.

SPPG Kalitengah sendiri baru beroperasi pada April 2026. Setiap harinya, fasilitas ini mengolah dan mendistribusikan 2.800 porsi makanan ke 19 sekolah di wilayah sekitar.

Kronologi Santri Ponpes Sidoarjo Keracunan MBG

Berdasarkan data terbaru, total korban keracunan mencapai 516 orang, dengan 88 di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. 

Kasus ini mayoritas menimpa 293 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, yang mengonsumsi menu MBG pada Selasa sore.

Pendamping SPPG Sidoarjo, Serka Andik, membeberkan menu makanan yang dibagikan hari itu terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel. Makanan tersebut dikirim menggunakan ompreng sebanyak sekitar 440 porsi dan tiba di ponpes pukul 10.00 WIB.

Kendati demikian, konsumsi makanan tidak dilakukan secara serentak lantaran para santri harus mengikuti kegiatan belajar mengajar terlebih dahulu. Sebagian santri menyantapnya pada siang hari, sementara kesehata lainnya baru makan pada sore hari.

Baca Juga: SMPN 1 Kras Kediri Kembali Dapat MBG usai Lama Terhenti Karena Kasus Keracunan

Sekitar pukul 16.00 WIB, gelombang keluhan mulai bermunculan. Para santri mendadak mengalami mual, pusing, muntah-muntah, hingga kejang. 

Suasana di kompleks ponpes mendadak mencekam saat deretan mobil ambulans berdatangan untuk mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Ratusan korban keracunan ini terpaksa disebar ke delapan rumah sakit berbeda di Sidoarjo agar mendapat penanganan cepat. Rumah sakit tersebut meliputi RSUD RT Notopuro, RS Siti Hajar, RS Pusura, RS Delta Surya, RS Fatimah, hingga RS Porong.

Penanganan Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmita Herawati, memastikan pendataan korban terus dilakukan secara berkala. Delapan orang di antaranya sempat dilaporkan mengalami gejala berat dan harus menjalani observasi intensif di ruang medis.

"Totalnya 293 data terakhir [di Ponpes Manbaul Hikam]," tegas Lakhsmita pada Selasa malam.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Ia menginstruksikan agar seluruh anak yang terdampak mendapatkan penanganan medis yang optimal. Santri yang kondisinya sudah membaik juga langsung dipersilakan pulang ke pondok pesantren.

"Semuanya anak-anak kita yang tiba di rumah sakit sudah termonitor. Ini tadi yang sudah membaik langsung saya suruh pulang. Jadi, tidak ada korban jiwa, tidak ada," tandas Subandi.

Hingga saat ini, aparat penegak hukum bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti di balik insiden keracunan massal tersebut.

Editor : Shinta Nurma Ababil
ponpes sidoarjo keracunan mbg ponpes sidoarjo sppg sidoarjo sidoarjo keracunan mbg