Tutup Muktamar Ke-35, Presiden Prabowo: NU Harus Bisa Mengambil Peran

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:57 WIB
ANGGOTA NU: Presiden Prabowo Subianto menyalami struktural NU dalam penutupan Muktamar di Ponpes Tambakberas Jombang (31/8). (Foto: Asad MS)
ANGGOTA NU: Presiden Prabowo Subianto menyalami struktural NU dalam penutupan Muktamar di Ponpes Tambakberas Jombang (31/8). (Foto: Asad MS)

JOMBANG, JP Radar Kediri–Presiden Prabowo Subianto menepati janjinya untuk kembali datang ke Jombang dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama kemarin (31/8).

Di depan jajaran pengurus NU se-Indonesia yang berkumpul di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, dia mengapresiasi pelaksanaan muktamar. Meski sempat diwarnai berbagai dinamika, nahdiyin dinilai mampu tetap menjaga keutuhan atau persatuan.

“Selamat atas berjalannya muktamar dengan sukses, dengan guyub, dengan rukun. Kita terima perbedaan, kita terima kompetisi yang sehat. Tapi saya kira NU memberi contoh kepada seluruh bangsa," katanya.

Muktamar NU, lanjut Prabowo, menjadi contoh penting bagi kehidupan organisasi maupun bangsa secara luas. Hal tersebut tidak lepas dari besarnya jumlah warga NU serta luasnya jaringan pesantren dan ulama yang dimiliki organisasi tersebut.

Baca Juga: Pemilihan Ketum PBNU Dilanjut Minggu, Muktamar Ditarget Rampung Senin Pagi

“Bagaimana suatu organisasi yang anggotanya puluhan juta, pesantrennya ribuan. Kiainya puluhan ribu tapi bisa melaksanakan muktamar dengan sukses, dengan damai dengan rukun. Saya kira itu yang paling penting yang saya sampaikan," lanjutnya.

Di bawah nakhoda baru, Prabowo berharap NU bisa mengambil peran. Terutama terkait peningkatan kesejahteraan anggotanya. “NU sangat berkepentingan bahwa warganya (NU) bisa meraih tingkat hidup yang layak," terangnya.

Pemerintah, tutur Prabowo, akan berupaya untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satunya dengan memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi masyarakat. “Tinggal rakyat kalau perlu, dia bisa dapat pinjaman lunak dari kekuatan kita sendiri.”

Dalam kesempatan kemarin, Prabowo juga memberi selamat kepada Kiai Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang terpilih sebagai ketua umum PBNU. Serta Kiai Miftachul Akhyar yang menjabat Rais Aam PBNU.

Baca Juga: Muktamar NU Sukses Gerakkan Roda Perekonomian Warga dan Pelaku UMKM

Prabowo berharap, kepemimpinan baru tersebut dapat melanjutkan peran NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagi pemerintah, kontribusi NU dinilai penting mengingat besarnya basis umat, jaringan pesantren, serta peran ulama yang dimiliki organisasi tersebut.

Sementara itu, senada dengan pernyataan Prabowo tentang keutuhan NU, PCNU Kota dan Kabupaten Kediri langsung menyatakan dukungan mereka terhadap duet Gus Kikin-Kiai Miftah.

Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil berharap kepemimpinan keduanya bisa membawa NU ke arah yang lebih baik.

“Semoga bisa mengawal NU ke depan yang lebih baik. Lebih maslahah dan berkontribusi untuk bangsa dan negara,” kata pria yang akrab disapa Gus Ab itu.

Baca Juga: PBNU Soroti Program MBG saat Muktamar, Tidak Boleh Sentuh Anggaran Pendidikan

Diakui Gus Ab, dalam pemilihan PCNU Kota Kediri tidak memilih Gus Kikin. Namun, setelah dia dinyatakan terpilih, PCNU Kota Kediri menghormati hasil muktamar dan siap memberi dukungan. “Siapapun yang jadi harus kita hormati,” jelasnya menegaskan bahwa PCNU nderek kiai.

Tak berbeda dengan Gus Ab, Ketua PCNU Kabupaten Kediri Muhammad Ma’mun juga menghormati keputusan muktamar. “NU selalu mendapatkan yang paling pas untuk setiap masanya,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Ma’mun itu.

Dia memastikan PCNU taat dengan keputusan organisasi. Karenanya, siapapun pemimpin yang terpilih akan tetap didukung.

Seperti sebelumnya, dia meminta agar kepengurusan yang baru bisa lebih peduli kepada pengurus di daerah. Serta menjadi pengayom dan bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi daerah. (sad/ut)

 

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri
Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Muktamar ke-35 NU nahdlatul ulama Prabowo Subianto