JP Radar Kediri – Langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengerahkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turun langsung menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuai sorotan publik. Sebagai masyarakat mempertanyakan efektivitas pendekatan seremonial berupa apel gelar pasuka, yang dinilai lebih terkesan sebagai kegiatan simbolis ketimbang langkah konkret di lapangan.
Menanggapi persepsi tersebut, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, secara khusus menegaskan dalam amanatnya bahwa Apel Gelar Pasukan Penguatan Penanganan Karhutla yang digelar di halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Senin (31/8/2026), bukanlah sekadar seremoni belaka. "Hari ini kita bukan sekadar apel, tetapi menunjukkan komitmen bersama bahwa jajaran TNI, Polri, dan ASN Provinsi Kalimantan Tengah tidak tinggal diam saat masyarakat membutuhkan, khususnya dalam menghadapi karhutla," tegasnya.
Baca Juga: Profil Istri Gubernur Kalteng, Aisyah Thisia yang Panen Kritik Warganet di Tengah Karhutla
Lebih dari 2.000 ASN Diturunkan, Diwajibkan Bawa Alat Pemadam Manual
Berdasarkan surat Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, dr. Linae Victoria Aden, tertanggal 30 Agustus 2026, seluruh ASN laki-laki baik berstatus PNS, PPPK, maupun PPPK Paruh Waktu diwajibkan mengikuti apel yang digelar pukul 07.00 WIB tersebut. Para peserta diminta hadir 30 menit sebelum kegiatan dimulai dengan mengenakan pakaian lapangan lengkap.
Selain menghadiri apel, ASN yang dikerahkan turut diwajibkan membawa perlengkapan pelindung diri seperti sarung tangan, masker, dan sepatu bot, serta peralatan pemadaman manual berupa kepyok (pemukul api), sekop atau cangkul, dan parang atau sabit bukan alat pemadam modern, mengingat keterbatasan personel pemadam profesional di lapangan.
Status Tanggap Darurat Resmi Ditetapkan Sehari Sebelumnya
Pengerahan ASN ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 100.3.3.1/230/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla Tahun 2026, yang ditetapkan pada 31 Agustus 2026. Pada hari yang sama, Gubernur turut menerbitkan Keputusan Nomor 100.3.3.1/231/2026 tentang pembentukan Pos Komando Penanganan Tanggap Darurat Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.
Agustiar menekankan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. "Kondisi saat ini bukan waktunya mencari siapa yang salah. Api tidak akan padam dengan saling menyalahkan dan asap tidak akan hilang dengan perdebatan. Yang kita perlukan, semangat kerja sama gotong royong, kolaborasi, semua elemen bergerak bersama memperkuat upaya penanganan karhutla di Kalteng," tegasnya.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kian Tebal, Malaysia dan Brunei Sepakat Bawa Masalah ke Meja ASEAN
Di tengah kritik soal minimnya pengalaman ASN dalam pemadaman kebakaran, Gubernur menaruh perhatian khusus pada aspek keselamatan personel yang diturunkan ke lapangan. Ia meminta seluruh ASN mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, serta tidak bertindak sendiri tanpa koordinasi dari komando lapangan. "Gunakan APD. Jangan bertindak sendiri dan juga jangan memaksakan diri. Setiap langkah yang dilakukan harus terukur, ikuti panduan dari koordinator atau komando di lapangan dan saling jaga," ujarnya.
Ia turut meminta setiap kepala perangkat daerah memastikan kesiapan fisik, logistik, dan perlindungan personel ASN yang dilibatkan, seraya menegaskan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari terjaganya keselamatan masyarakat dan personel yang bertugas.
Fasilitas Pendukung Disiapkan: Dapur Umum hingga Layanan Oksigen Gratis
Selain personel, Pemprov Kalteng bersama TNI dan Polri turut mendirikan Posko Induk Karhutla sebagai pusat komando di kawasan Istana Isen Mulang. Sejumlah fasilitas pendukung lain turut disiapkan, meliputi Media Center, dapur umum, Tenda Informasi Karhutla Isen Mulang, serta layanan oksigen dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di sepanjang lorong bawah Bundaran Besar Palangka Raya.
Baca Juga: Prabowo Gagas Atasi Karhutla dengan Tepung ‘Ubi Bombing’, Begini Tanggapan Heran Mahfud MD
Kepala BPB-PK: Satgas Siap Bergerak dalam Satu Komando
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, menegaskan kesiapan jajarannya menindaklanjuti arahan Gubernur di lapangan. "Seluruh personel Satgas Darat dan elemen terkait siap meningkatkan kesiapsiagaan serta bergerak terpadu dalam satu komando," ujarnya usai pelaksanaan apel.
Bantuan Helikopter Black Hawk Turut Diturunkan
Sebagai catatan tambahan, sehari sebelum apel digelar, Kalimantan Tengah dilaporkan telah mendapat dukungan helikopter Black Hawk guna memperkuat operasi pemadaman lewat metode water bombing dari udara melengkapi strategi gabungan darat dan udara dalam menangani eskalasi karhutla di provinsi tersebut.
Baca Juga: Ini Janji Prabowo pada Pangdam dan Kapolda Riau Jika Berhasil Padamkan Karhutla
Editor : Shinta Nurma Ababil