JOMBANG, JP Radar Kediri - Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi. Perhelatan tersebut juga menggerakkan aktivitas ekonomi melalui ribuan stan UMKM yang tersebar di sekitar arena muktamar.
Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU sebelumnya menyiapkan sekitar 1.300 tenan untuk UMKM Expo dan bazar. Stan-stan tersebut membentang di kawasan sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Bagi sebagian pelaku usaha, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mendulang transaksi. Namun, bagi sebagian lainnya, kehadiran di tengah keramaian muktamar juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk dan memperluas pasar.
Salah satunya dilakukan stan kaligrafi asal Bantul, Yogyakarta. Sugiyanto, 41, yang menjaga stan tersebut mengaku datang ke Jombang sejak Rabu malam. Stan mulai dibuka Kamis pagi, bertepatan dengan dimulainya rangkaian kegiatan muktamar.
Produk yang ditawarkan berupa lukisan kaligrafi hasil karya tangan, bukan produk cetakan. Harga yang dipatok mulai sekitar Rp 140 ribu hingga yang termahal mencapai Rp 3,6 juta. “Niat pertama tetap jualan. Jual produk anak-anak sekalian promosi,” ujar Sugiyanto.
Baca Juga: Perketat Pengamanan di Muktamar ke-35 NU, Panitia Gunakan Teknologi Screening Peserta
Momentum muktamar juga dimanfaatkan sebagai media promosi. Pihaknya memiliki sanggar kaligrafi sekaligus layanan pembuatan berbagai produk. Mulai lukisan, aksesori, mural hingga kaligrafi untuk masjid.
Pengunjung yang tertarik juga dapat mengakses layanan tersebut melalui kanal daring milik sanggar. Bahkan, kehadiran di muktamar diharapkan membuka peluang munculnya calon peserta didik baru.
“Siapa tahu nanti ada anak-anaknya yang pengin belajar kemudian jadi anak didik sanggar kami. Ada sudah ada yang ngobrol-ngobrol tentang seperti itu,” ungkapnya.
Stan tersebut membawa sekitar 50 karya kaligrafi ke lokasi muktamar. Sebagian karya dibuat oleh santri Krapyak dan anggota sanggar. Selain untuk berjualan, kehadiran mereka juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kemampuan para perajin dan seniman kaligrafi.
Sementara itu, keberadaan UMKM menjadi salah satu bagian yang disiapkan panitia untuk menghidupkan kawasan sekitar arena muktamar. Sekitar 1.300 tenan UMKM Expo dan bazar disediakan di sejumlah titik. Mulai dari kawasan Gang 4, Gang 5 hingga membentang ke arah timur dekat area parkir peserta.
Ribuan tenant tersebut tidak hanya diisi kuliner. Berbagai produk UMKM, suvenir, kerajinan, serta kebutuhan lain turut ditawarkan kepada peserta dan pengunjung muktamar.
Dengan jumlah pengunjung yang datang dari berbagai daerah, kawasan UMKM diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi selama muktamar. Kehadiran peserta dari luar daerah juga menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan memperluas pasar setelah muktamar berakhir.
“Harapannya jadi menggerakkan perekonomian warga Jombang dan sekitarnya,” jelas Ketua Panlok Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozak Sholeh. (sad/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita