JP Radar Kediri - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan kerja sama untuk menggali turats bukan hanya karya ulama Jawa Timur.
Tetapi juga seluruh Nusantara. Menurutnya, turats dapat menjadi pintu untuk menemukan kembali kedalaman keilmuan ulama masa lalu.
Berbagai karya tersebut kini mulai didigitalisasi dan diterbitkan kembali dalam bentuk kitab. “Referensi kita akan makin kaya.
Bagaimana kedalaman keilmuan ulama-ulama Nusantara dari ratusan tahun yang lalu sampai dengan hari ini, keilmuannya tetap update untuk bisa membaca berbagai fenomena hari ini dan akan datang,” jentreh Khofifah.
Baca Juga: Utak-atik Angka di Muktamar NU, Prabowo: Saya Tidak Mengatur Ini Semua
Hal senada disampaikan oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir. Dia menilai NU tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga dan menghidupkan kembali turats.
Menurutnya, turats merupakan peninggalan para pendahulu untuk generasi penerus. Dalam konteks keilmuan pesantren, turats banyak merujuk pada kitab-kitab karya ulama terdahulu.
Meski juga mencakup karya ulama masa kini. Khazanah tersebut meliputi ilmu agama, sumber-sumber agama, hingga ilmu alat untuk memahami agama.
Mulai akidah, syariah, akhlak dan tasawuf, Alquran serta hadis. Termasuk ilmu nahwu, sharaf, ushul fikih, qawaid fikih, balaghah dan berbagai disiplin lainnya. “Karena tidak bisa dipisahkan antara Nahdlatul Ulama dan Nahdlatut Turats.
Tidak akan ada kebangkitan ulama kalau tidak ada kebangkitan turats,” tegasnya. Afifuddin menilai keberadaan turats juga penting bagi pesantren yang ingin memadukan tradisi keilmuan salaf dengan perkembangan modern.
Menurutnya, mempertahankan warisan ulama terdahulu tidak berarti menutup diri dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Justru keduanya perlu berjalan beriringan agar pesantren dan NU tetap relevan menghadapi perubahan zaman.
“Mudah-mudahan ini terus berlanjut dan saya sangat apresiasi terhadap para kiai dan para gus yang memiliki perhatian yang serius terhadap turats,” tutur Afifudin.
Baca Juga: Sekolah NU Dapat Layar Interaktif, Prabowo: Langsung Empat per Kelas
Pameran Turats NU tersebut pun menjadi bagian dari rangkaian Muktamar ke-35 NU. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang karya ulama masa lalu.
Tetapi juga membuka kembali khazanah keilmuan Nusantara agar dapat dipelajari, dikembangkan, dan diperkenalkan lebih luas hingga tingkat dunia.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Bali