Utak-atik Angka di Muktamar NU, Prabowo: Saya Tidak Mengatur Ini Semua

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:06 WIB
Prabowo memberikan sambutan di Muktamar NU. (ASAD MS)
Prabowo memberikan sambutan di Muktamar NU. (ASAD MS)

 

JP Radar Kediri — Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8), diwarnai momen unik.

Sejumlah tokoh NU mengaitkan rangkaian angka dalam muktamar dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Otak-atik gathuk itu pertama kali disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Hasib Wahab Chasbullah.

Sebelum memimpin doa, Gus Hasib menyebut kehadiran Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pembukaan muktamar sebagai momentum istimewa.

Baca Juga: Prabowo Puji Kinerja Danantara, Sebut Pimpinannya Pantas Dapat Bintang Tanda Kehormatan

Ia kemudian mengutak-atik angka tanggal pelaksanaan muktamar. Pembukaan digelar pada 27 Agustus.

Angka 2 ditambah 7 menghasilkan 9. Angka tersebut dikaitkan dengan jumlah bintang dalam lambang NU.

”Tanggal 27. Dua tambah tujuh, sembilan. Itu bintang NU,” ujar Gus Hasib.

Hitung-hitungan tersebut kemudian berlanjut pada angka delapan. Agustus merupakan bulan ke delapan.

Sementara dua angka terakhir tahun 2026, yakni 2 dan 6, jika dijumlahkan juga menghasilkan delapan.

Bagi Gus Hasib, rangkaian angka itu semakin menarik karena Prabowo merupakan Presiden RI ke-8.

”Jadi muktamar ini muktamarnya Pak Prabowo, angka delapan. Ini angkanya Bapak Prabowo. Jadi ini istimewa. Bahasanya Tambakberas itu ilmu otak-atik,” kelakarnya.

Otak-atik angka tersebut ternyata bukan hanya muncul dari Gus Hasib. Ketua Panitia Muktamar NU ke-35 Saifullah Yusuf alias Gus Ipul juga ikut mengaitkan angka pelaksanaan muktamar dengan posisi Prabowo sebagai presiden kedelapan.

Menurut Gus Ipul, angka Muktamar ke-35 jika dijumlahkan, yakni 3+5, menghasilkan angka delapan.

Baca Juga: Sekolah NU Dapat Layar Interaktif, Prabowo: Langsung Empat per Kelas

Angka tersebut kemudian dianggap selaras dengan Presiden Prabowo yang merupakan Presiden RI ke-8.

”Muktamar ke-35, tiga ditambah lima sama dengan delapan. Dan yang membuka adalah presiden ke-8,” ungkap Gus Ipul.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf pun ikut menanggapi rangkaian hitung-hitungan tersebut.

Ia menyebut angka-angka yang dikaitkan dengan pelaksanaan muktamar kali ini terlihat memiliki kecocokan.

Bahkan, Gus Yahya sempat mengaitkannya dengan pelaksanaan Muktamar NU ke-36 yang dijadwalkan berlangsung pada 2031. Ia berharap muktamar lima tahun mendatang kembali dibuka oleh Prabowo.

”Otak-atik nomornya kelihatannya cocok semua. Lima tahun lagi, kita akan Muktamar ke-36 di 2031,” ujarnya.

Gus Yahya mengaku belum mengetahui bagaimana angka-angka tersebut nantinya bisa kembali “diutak-atik” agar menghasilkan angka yang dianggap menarik.

Namun, ia tetap menyimpan harapan Prabowo dapat kembali hadir membuka Muktamar NU.

Harapan dan hitung-hitungan tersebut kemudian mendapat respons langsung dari Prabowo.

Saat memberikan sambutan sebelum membuka Muktamar NU ke-35, Prabowo menanggapi rangkaian “otak-atik” angka tersebut dengan gaya santai.

Baca Juga: Muktamar NU Dibuka, Gus Yahya hingga Prabowo Tegaskan Peran NU untuk Bangsa

”Saya tidak mengatur ini semua. Saya juga tidak mengerti, tapi ya kita menerima ini semua,” kata Prabowo.

Presiden kemudian ikut memainkan hitung-hitungan ketika menanggapi pelaksanaan Muktamar NU ke-36 pada 2031.

Menurut Prabowo, angka 36 jika dijumlahkan menjadi 9. Sementara angka 31 menjadi 4. Jika kedua hasil tersebut kembali dijumlahkan, muncul angka 13.

”Tiga sama enam itu sembilan, tiga tambah satu empat. Sembilan tambah empat sama dengan 13,” tuturnya.

Angka 13 tersebut kemudian dikaitkan Prabowo dengan perjalanan hidupnya. Ia menyebut terdapat dua angka yang selalu hadir dalam kehidupannya, yakni 8 dan 13.

”Jadi saya punya dua angka yang selalu hadir dalam hidup saya, delapan dan 13,” ujar Prabowo.

Namun, Prabowo tidak ingin terlalu jauh memaknai rangkaian angka tersebut. Ia menutup kelakar itu dengan menyerahkan semuanya kepada kehendak Tuhan.

”Tapi kita ikuti saja kehendak Yang Maha Besar,” pungkasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
prabowo muktamar nu jombang