JP Radar Kediri — Presiden RI Prabowo Subianto membuat suasana pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) lebih cair. Di hadapan para ulama dan peserta muktamar, Prabowo secara terbuka kembali menagih kartu tanda anggota (KTA) NU yang selama ini disebut masih menjadi “utang”.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan. Ia bahkan mengaku siap kembali hadir pada penutupan muktamar jika kartu anggota NU tersebut sudah diterimanya.
“Gus Yahya, aku dari dulu minta kartu NU. Jadi masih utang sama saya,” ujar Prabowo dalam pidatonya sebelum membuka kegiatan Muktamar ke 35 di Tambakberas itu.
Baca Juga: Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Hadiri Pembukaan Muktamar NU, Pengamanan VVIP Diperketat
Presiden kemudian menagih agar kartu tersebut diberikan sebelum penutupan Muktamar NU ke-35. Prabowo menyebut, jika penutupan muktamar digelar pada 31 Agustus, dirinya siap datang kembali dengan satu syarat.
“Kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31,” katanya, disambut suasana hangat peserta muktamar. Gurauan tersebut sekaligus menunjukkan kedekatan Prabowo dengan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
Ia menegaskan, NU memiliki posisi penting dalam perjalanan bangsa, termasuk dalam menjaga stabilitas, keamanan dan perdamaian. Menurut Prabowo, pemerintah dan ulama harus selalu dekat. Ia juga menyandingkan peran NU dengan Muhammadiyah sebagai dua organisasi besar yang menjadi aset bangsa.“Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umara harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama. Dan juga Muhammadiyah,” tegasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita