JP Radar Kediri – Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki tahap akhir.
Menjelang pembukaan, Ketua Panitia Muktamar yang juga Sekjen PBNU Saifullah Yusuf melakukan peninjauan.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengecek kesiapan lokasi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Selasa (25/8). Tak sekadar melihat kesiapan sarana dan prasarana (sarpras).
Gus Ipul bersama jajaran panitia juga menjajal langsung sistem registrasi peserta yang bakal digunakan selama muktamar.
Dalam peninjauan tersebut, dia didampingi Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar Prof Mohammad Nuh, Bendahara Umum PBNU Agus Gudfan Arief atau Gus Gudfan, serta sejumlah pengurus PBNU dan panitia.
Pengecekan diawali dari lapangan Desa Tambakberas yang disiapkan sebagai lokasi utama pembukaan muktamar.
Pengerjaan tenda utama dan sejumlah fasilitas pendukung terlihat telah memasuki tahap finishing. Dari lokasi tersebut, rombongan kemudian menuju area registrasi peserta.
Di tempat itu, Gus Ipul, Prof Nuh, dan Gus Gudfan mencoba seluruh tahapan pendaftaran layaknya peserta muktamar.
Mulai mengambil nomor antrean, menunggu panggilan, verifikasi dokumen, hingga pemindaian barcode pada sistem registrasi digital.
Baca Juga: Pengawasan Diperketat, Muktamar NU ke-35 Pasang Lebih dari 100 Kamera
Dia mengatakan, sistem tersebut disiapkan untuk membuat proses registrasi ribuan peserta lebih cepat dan tertib.
Penggunaan barcode juga membuat proses verifikasi peserta lebih terukur.
“Luar biasa, kali ini semuanya sudah menyesuaikan dengan tuntutan zaman, berbasis barcode,” ujar Gus Ipul.
Menurut dia, setelah proses verifikasi selesai, peserta akan langsung diarahkan menuju zona akomodasi.
Sesuai kontingen wilayah maupun cabang masing-masing. Gus Ipul optimistis sistem tersebut mampu mengantisipasi antrean panjang.
Dengan catatan, seluruh peserta mengikuti alur yang telah ditentukan. “Insyaallah jika semua pihak disiplin dan tertib, tidak akan ada penumpukan antrean yang panjang.
Semuanya berjalan nyaman dan presisi karena sistem sudah terintegrasi dengan data tunggal,” tegasnya.
Tak hanya untuk mempercepat pelayanan. Sistem digital tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan peserta muktamar sesuai dengan data yang telah ditetapkan.
Panitia telah mengunci Daftar Peserta Tetap (DPT). Termasuk nama pengurus yang memiliki hak suara maupun berstatus peninjau.
Gus Ipul menyebut sistem barcode diharapkan bisa mencegah munculnya peserta yang tidak sesuai ketentuan organisasi.
“Datanya sudah valid, DPT-nya sudah ditetapkan, nama-nama pengurus peserta tertera jelas.
Dengan demikian, diharapkan tidak ada peserta susupan atau peserta pengganti,” jelas Gus Ipul sembari mengapresiasi panitia lokal.
Dia berharap kesiapan teknis tersebut membuat peserta bisa lebih fokus mengikuti persidangan dan menyampaikan gagasan untuk masa depan NU.
“Ini awal abad kedua NU, muktamar kembali ke pangkuan para muassis. Dari Tambakberas, Jombang, semoga ini menjadi muktamar yang menggembirakan, penuh berkah, dan berakhir dengan kelancaran,” tandasnya.
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri