Rekrutmen Petugas Haji Kesehatan 2027: Pastikan Gratis, Tak Ada Gratifikasi

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Marsiah Calon Jemaah Haji (CJH) Tertua Berusia 108 Tahun (WAHYU ADJI)
Ilustrasi haji. Marsiah jemaah haji tertua berusia 108 tahun (WAHYU ADJI)
 

JP Radar Kediri — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengingatkan calon peserta seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kesehatan Kloter dan PPIH Kesehatan Arab Saudi untuk tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan kelulusan.

Sebab, seluruh proses seleksi petugas haji ditegaskan bebas gratifikasi dan tidak dipungut biaya apa pun.

Pendaftaran seleksi untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M tersebut mulai dibuka Kamis (20/8). Peserta diminta mengikuti seluruh proses secara mandiri melalui portal resmi yang telah disediakan.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo menegaskan tidak ada biaya yang dibebankan kepada peserta selama mengikuti proses seleksi.

Karena itu, calon peserta diminta tidak memberikan uang atau bentuk pemberian apa pun kepada pihak yang mengatasnamakan panitia maupun petugas seleksi.

“Melalui seleksi ini, kami ingin mendapatkan petugas yang siap secara kompetensi, kesehatan, integritas, dan kemampuan bekerja di lapangan,” ujar Puji.

Selain memastikan prosesnya gratis, peserta juga diminta memperhatikan kebenaran dokumen yang disampaikan. Seluruh dokumen pendaftaran harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Satu Jemaah Haji Asal Ngadiluwih Kediri Masih Dirawat di Arab Saudi, Dinkes Pantau Kesehatan

Peserta juga diminta berhati-hati apabila ada pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan seleksi dengan imbalan tertentu. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan resmi, mulai dari verifikasi administrasi hingga Computer Assisted Test (CAT) dan Medical Check Up (MCU).

Pendaftaran dibuka mulai 20 Agustus hingga 26 Agustus 2026. Setelah verifikasi administrasi, peserta yang lolos akan mengikuti CAT pada 31 Agustus 2026.

Selanjutnya, MCU dijadwalkan pada 3–8 September 2026. Peserta yang dinyatakan berhak mengikuti pendidikan dan pelatihan akan diumumkan pada 15 September 2026.

Formasi yang dibuka meliputi dokter atau dokter spesialis dan perawat untuk PPIH Kesehatan Kloter.

Sementara untuk PPIH Kesehatan Arab Saudi dan tenaga kesehatan bandara terdapat formasi dokter, dokter spesialis, perawat, apoteker atau tenaga vokasi farmasi, elektromedis, tenaga laboratorium medis, tenaga rehabilitasi medik, radiografer, tenaga sanitasi lingkungan, perekam medis dan informasi kesehatan, serta tenaga pencegahan dan pengendalian infeksi.

Puji berharap peserta yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kompetensi sekaligus integritas dalam menjalankan amanah pelayanan kepada jemaah.

“Menjadi petugas haji adalah amanah pelayanan. Kami berharap peserta yang terpilih nantinya benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” tandasnya.

Pendaftaran resmi dilakukan melalui portal petugas.haji.go.id. Calon peserta disarankan tidak menggunakan jasa perantara dan tidak memberikan uang maupun gratifikasi dalam bentuk apa pun.

Editor : Mahfud
Sumber : kemenhaj, Radar Kediri
pendaftaran gratis tidak ada biaya jemaah haji Kemenhaj petugas haji