Waspada Gelombang Tinggi di Laut Selatan, Begini Perkiraan BMKG hingga 25 Agustus

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:16 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi ombak.
Ilustrasi gelombang tinggi ombak.

JP Radar Kediri–Gelombang cukup tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah perairan Jawa Timur hingga 25 Agustus mendatang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan perairan selatan Jatim menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian karena gelombang dapat mencapai lebih dari dua meter.

Berdasarkan informasi tinggi gelombang Jawa Timur yang diterbitkan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, prakiraan berlaku 21–25 Agustus 2026.

Sejumlah wilayah perairan selatan Jatim diprakirakan mengalami gelombang tinggi hingga kisaran 2–2,6 meter selama periode tersebut.

Pada 21 Agustus, tinggi gelombang di Perairan Pacitan diprakirakan mencapai 2,63 meter. Selanjutnya Perairan Trenggalek mencapai 2,60 meter, Tulungagung 2,59 meter, Blitar 2,58 meter, Malang 2,57 meter, Lumajang 2,54 meter, Jember 2,51 meter, dan Banyuwangi 2,48 meter.

Kondisi gelombang tersebut secara umum masih berlanjut dalam beberapa hari berikutnya, meski cenderung mengalami penurunan.

Pada 25 Agustus, gelombang di Perairan Pacitan masih diprakirakan mencapai 2–2,15 meter, Trenggalek 2,05–2,09 meter, Tulungagung 1,95–2,07 meter, dan Blitar 1,95–2,06 meter.

Sementara itu, Perairan Malang pada 25 Agustus diprakirakan memiliki gelombang hingga 2,07 meter. Perairan Lumajang berada pada kisaran 1,91–2,11 meter, Jember 1,90–2,11 meter, sedangkan Banyuwangi sekitar 1,91–2,01 meter.

Untuk wilayah Laut Jawa bagian timur, tinggi gelombang pada periode tersebut secara umum berada pada kisaran sekitar 1–1,6 meter.

Baca Juga: Ombak Laut Selatan Jatim Tinggi Sampai Beberapa Hari Kedepan, Nelayan Diminta Waspada

 Sementara di Selat Madura, gelombang cenderung lebih rendah dengan kisaran di bawah 1,5 meter.

Selain gelombang, kondisi angin juga perlu diperhatikan. Untuk 21 Agustus, angin di Laut Jawa bagian timur diprakirakan dominan dari timur dengan kecepatan maksimum 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam, sedangkan di Selat Madura mencapai 29 knot atau sekitar 54 kilometer per jam.

BMKG mengimbau nelayan dan pelaku pelayaran memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim selama periode tersebut.

Keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap juga dapat meningkatkan kecepatan angin maupun tinggi gelombang secara tiba-tiba.

Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di laut diminta tidak hanya berpatokan pada kondisi cuaca saat berangkat.

Perkembangan prakiraan cuaca dan gelombang hingga 25 Agustus perlu dipantau untuk mengantisipasi perubahan kondisi di perairan.

Editor : Shinta Nurma Ababil
Sumber : Radar Kediri, BMKG
ombak tinggi BMKG laut selatan