JP Radar Kediri — Pemerintah tengah mematangkan wacana pembatasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dengan menyasar masyarakat yang masuk dalam desil 9 dan 10.
Desil 9 dengan masyarakat dengan kisaran pengeluaran Rp3.500.000 hingga Rp4.500.000 per bulan.
Desil 10 dengan kelompok masyarakat dengan tingkat pengeluaran di atas Rp5.000.000 per bulan.
Langkah strategis tersebut mengemuka usai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyambangi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8).
Baca Juga: Kriteria Masyarakat yang Dilarang Beli Pertalite, Dilihat dari Desil hingga Gaji
"Kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian baru itu bisa dikurangi," ujar Purbaya saat ditemui awak media usai pertemuan.
Purbaya menjelaskan, saat ini pemerintah tengah mengkaji sistem yang andal untuk mengeksekusi kebijakan tersebut. Ia menilai infrastruktur digital yang dimiliki oleh PT Pertamina (Persero) sudah cukup baik dan siap diintegrasikan untuk mengawasi penyaluran di SPBU.
"Sekarang kita lihat sistemnya. Saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina sudah cukup baik, sehingga siap untuk dilakukan," imbuhnya.
Kesepakatan tersebut diambil setelah Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyambangi Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8).
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan kunjungan tersebut membahas kemungkinan implementasi pembatasan BBM subsidi khususnya Pertalite untuk tingkat atas.
“Kita ngebahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangin,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Selasa (11/8).
Baca Juga: Panduan Cara Cek Desil Bansos Kemensos Agustus 2026: Jadwal serta Tahapannya
Siapa Saja yang Masuk Kategori Desil 9 dan 10?
Secara definisi, desil merupakan metode pengelompokan rumah tangga ke dalam 10 tingkatan kesejahteraan sosial-ekonomi berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Peringkat ini diurutkan mulai dari desil 1 yang merepresentasikan kelompok masyarakat paling rentan atau prasejahtera, hingga desil 10 yang mencakup lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Berdasarkan simulasi kebijakan yang tengah dibahas, pembatasan akses Pertalite berpotensi menyasar kelompok pengeluaran berikut:
Desil 9: Masyarakat dengan kisaran pengeluaran Rp3.500.000 hingga Rp4.500.000 per bulan.
Desil 10: Kelompok masyarakat dengan tingkat pengeluaran di atas Rp5.000.000 per bulan.
Cara Cek Status Desil DTSEN Secara Online
Bagi masyarakat yang ingin memastikan status kesejahteraan dan posisi data sosial ekonominya secara nasional, pengecekan dapat dilakukan secara mandiri. Berikut adalah panduan praktis untuk mengecek data menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK):
Akses laman resmi layanan data sosial pemerintah atau portal Cek Bansos Kementerian Sosial.
Masukkan NIK 16 digit sesuai dengan yang tercantum pada KTP Anda.
Ketikkan kode verifikasi atau captcha yang muncul di layar dengan benar
Klik tombol Cari Data.
Sistem akan menampilkan informasi rinci berdasarkan basis data DTSEN, termasuk informasi kategori desil keluarga Anda jika tercatat di dalam sistem.
Editor : Shinta Nurma Ababil