Berkelakar soal Standar Nilai, Prabowo Sebut 100 Milik Tuhan, Menteri Cukup 88-89

Zebita Rizqi Priyangga • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada peluncuran 10 buku karya
nyata untuk negeri setengah abad Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (7/8/2026). Sepuluh
buku tersebut mendokumentasikan pemikiran, pengalaman, dan perjalanan Bahlil
Lahadalia sebagai kontribusi bagi pembangunan bangsa. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi
Adha/agr
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada peluncuran 10 buku karya nyata untuk negeri setengah abad Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (7/8/2026). Sepuluh buku tersebut mendokumentasikan pemikiran, pengalaman, dan perjalanan Bahlil Lahadalia sebagai kontribusi bagi pembangunan bangsa. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr

JP Radar Kediri – Presiden Prabowo Subianto membagikan filosofi uniknya dalam menilai kinerja para pembantunya di kabinet, saat menghadiri acara peluncuran buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). Acara tersebut sekaligus menjadi perayaan ulang tahun ke-50 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku dikenal sebagai sosok yang tidak mudah memberikan nilai tinggi kepada bawahannya. "Dan orang yang bekerja sama saya lama tahu bahwa saya ini termasuk susah kasih nilai ya. Karena apa? 100 itu milik Yang Maha Kuasa, iya kan?" ujarnya, disambut tawa hadirin.

Baca Juga: Prabowo Ingin Perbarui Buku Pelajaran SD-SMA, JPPI Minta Jangan Jadi Proyek Setiap Ganti Presiden

Presiden kemudian melanjutkan candaannya dengan menjabarkan urutan nilai berdasarkan hierarki lembaga negara secara berseloroh. Ia sempat salah menyebut urutan sebelum mengoreksinya sendiri. "99 itu milik Presiden Republik Indonesia. 98 milik... Saya ulangi lah, nanti secara konstitusi saya salah. 99 dimiliki oleh MPR RI ya. 98 dimiliki oleh Presiden Republik Indonesia. 97 dimiliki oleh DPR RI. Jadi kalau udah dapat nilai 91, 92 sudah tinggi itu," jelasnya.

Ia melanjutkan urutan tersebut hingga ke level partai politik, sebelum akhirnya sampai pada standar nilai bagi seorang menteri. "96 DPD ya kan, 96 DPD. Nah 95 Ketua Umum partai ya kan. Jadi kalau menteri dapat 88, 89 oke, memuaskan," sambungnya.

Momen penjelasan standar nilai ini muncul setelah Prabowo lebih dulu memberikan apresiasi terhadap kinerja Bahlil Lahadalia selama menjabat sebagai Menteri ESDM. "Saya terus menilai ya pekerjaan beliau, dan saya menilai sampai sekarang beliau harus saya kasih rapor memuaskan," kata Prabowo.

Meski begitu, Prabowo tidak menyebutkan angka spesifik yang ia berikan kepada Bahlil. Angka 88-89 hanya disampaikan sebagai contoh ambang batas nilai yang sudah tergolong memuaskan bagi seorang menteri, bukan skor resmi yang diumumkan untuk kinerja Bahlil secara personal.

Baca Juga: PM Thailand Anutin Minta Prabowo Perbesar Impor Beras, Daging, dan Susu, Tawarkan Tambah Beli Pupuk Urea RI

Presiden mengibaratkan masa kerja pemerintahannya saat ini, yang telah berjalan sekitar dua tahun, seperti fase ujian tengah semester dalam dunia akademik masih ada cukup banyak waktu untuk melakukan perbaikan sebelum periode pemerintahan berakhir. "Tapi masih panjang. Ini bisa dikatakan semester, mid-semester, menjelang semester keempat. Jadi masih ada waktu untuk memperbaiki," ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan nada optimistis terhadap capaian pemerintahannya sejauh ini. "Tapi on the whole, kita optimis. Saya optimis. Saya merasa bangga atas prestasi real," tuturnya.

Ini bukan pertama kalinya Prabowo secara terbuka menilai kinerja pemerintahannya. Sebelumnya, pada April 2025 atau sekitar lima bulan usai dilantik, ia sempat memberikan nilai 6 dari 10 untuk kinerja 150 hari pertama pemerintahannya, dengan menyoroti sejumlah capaian seperti stabilnya harga pangan dan produksi beras tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, sembari mengakui bahwa komunikasi publik pemerintah masih perlu diperbaiki.

Baca Juga: Singgung Nuklir Iran, Siaran Langsung Pidato Prabowo di Istana Mendadak Terputus

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut menjelaskan alasan di balik penilaian positifnya terhadap Bahlil. Menurutnya, keberanian dan kecerdasan menjadi modal penting seorang pemimpin, dan Bahlil dinilai memiliki kedua kualitas tersebut. "Jadi tadi keberanian, tapi kecerdasan," kata Prabowo. Ia turut menyoroti peran ganda Bahlil, yang tak hanya menjabat sebagai menteri tetapi juga sebagai mitra politik selaku ketua umum partai. "Karena beliau tidak hanya anak buah. Dia menteri, tapi juga dia mitra. Karena dia ketua umum partai yang besar," ujarnya.

Editor : Shinta Nurma Ababil
indonesia bahlil lahadalia menteri esdm presiden indonesia Prabowo Subianto