JP Radar Kediri – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya mengeluarkan prakiraan kondisi cuaca maritim yang berlaku mulai Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 24 jam ke depan.
Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, diimbau meningkatkan kewaspadaan karena tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Timur diprakirakan mencapai 3 meter.
Berdasarkan prakiraan BMKG, secara umum kondisi cuaca di wilayah perairan Jawa Timur didominasi cerah berawan.
Meski demikian, aktivitas angin yang cukup kuat berpotensi memengaruhi kondisi gelombang di sejumlah perairan, terutama di wilayah selatan Jawa Timur yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.
Di wilayah Laut Jawa bagian timur, angin diprakirakan bertiup dominan dari arah tenggara dengan kecepatan maksimum mencapai 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.
Kondisi tersebut memicu gelombang laut berkisar 0,8 hingga 1,6 meter, sehingga nelayan dan kapal berukuran kecil diminta tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut.
Sementara itu, di Selat Madura, cuaca juga diprakirakan cerah berawan. Angin bertiup dominan dari arah timur dengan kecepatan maksimum 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam.
Tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,4 meter, yang masih tergolong relatif aman, namun tetap memerlukan kewaspadaan terutama bagi perahu nelayan tradisional.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Tinggi Gelombang Perairan Jawa Timur 1–5 Agustus 2026, Begini Bahayanya
Adapun kondisi paling perlu diwaspadai terjadi di perairan selatan Jawa Timur.
BMKG memprakirakan gelombang berkisar 1,3 hingga 3 meter dengan angin dominan dari arah timur berkecepatan maksimum 25 knot.
Tinggi gelombang tersebut berpotensi menimbulkan risiko bagi aktivitas pelayaran, khususnya kapal nelayan, kapal tongkang, maupun kapal wisata.
Selain prakiraan harian, informasi tinggi gelombang lima harian BMKG menunjukkan potensi peningkatan gelombang di sepanjang pesisir selatan Jawa Timur pada 6 hingga 8 Agustus 2026.
Di sejumlah perairan seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 2,3 hingga 2,7 meter, sebelum mulai menurun pada 9 Agustus.
BMKG juga mengingatkan bahwa keberadaan awan Cumulonimbus (Cb) yang tumbuh secara luas dan gelap dapat menyebabkan peningkatan kecepatan angin secara tiba-tiba serta memicu gelombang laut yang lebih tinggi dari prakiraan.
Oleh karena itu, masyarakat yang beraktivitas di laut diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim terbaru dan mengutamakan keselamatan selama berlayar.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri, BMKG