JP Radar Kediri – Sebanyak 62 korban selamat dari insiden kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II di Perairan Utara Sumenep akhirnya tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Proses evakuasi yang diangkut menggunakan KN Masalembo tersebut sempat mengalami sedikit penyesuaian jadwal akibat tantangan kondisi alam dan gelombang laut di sepanjang pelayaran.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsdya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa kapal evakuasi mengalami sedikit kemunduran waktu sandar dari estimasi awal.
Baca Juga: KMP Mutiara Sentosa II Diduga Tak Miliki Sekoci, Basarnas Juga Belum Pastikan Kondisi Akhir Kapal
Meskipun demikian, keselamatan para korban dan awak kapal tetap menjadi prioritas utama tim SAR gabungan di lapangan.
"Yang kemarin kita prediksi jam 10-11 pagi sampai, kemungkinan mundur sampai jam 2 siang. Dengan kondisi ombak yang ada, ada keterlambatan untuk tiba di sini (Pelabuhan Tanjung Perak), yang kita kedepankan memang safety dan kondisi korban, sehingga kecepatan kapal mungkin berkurang," tutur Marsdya TNI Mohammad Syafii, Selasa (4/8).
Hingga update terakhir sekitar pukul 10.00 WIB, posisi KN Masalembo tercatat berada pada jarak sekitar 51 nautical miles dari Surabaya.
Kapal terus melanjutkan pelayaran dengan kecepatan terukur guna menjaga stabilitas serta keamanan seluruh korban di atas kapal hingga tiba di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak.
Koreksi Data Jumlah Korban Selamat
Dalam kesempatan yang sama, Kabasarnas Syafii juga menyampaikan pembaruan serta koreksi penting terkait jumlah korban selamat yang dibawa oleh KN Masalembo. Setelah melalui proses pencocokan data yang teliti di lapangan, jumlah korban selamat yang semula tercatat 57 orang ternyata direvisi menjadi 62 orang.
"Jadi, kemarin informasi yang kita terima bahwa total korban yang kita evakuasi 233, dengan catatan 57 masih ada di Masalembo. Ternyata dari update terakhir, ada 62 korban yang ada di Masalembo," ungkap Marsdya Syafii.
Pihaknya berharap seluruh data korban yang telah dievakuasi ini nantinya akan sinkron dan cocok sepenuhnya dengan manifest data yang dikeluarkan oleh Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) maupun pihak perusahaan pelayaran.
Saat ini, fokus utama tim tetap tertuju pada penanganan medis dan pemulihan psikologis korban yang sudah dievakuasi.
Kronologi Singkat Insiden KMP Mutiara Sentosa II
Kecelakaan laut yang menimpa KMP Mutiara Sentosa II terjadi di Perairan Utara Sumenep, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu pagi (2/8).
Kapal berjenis Ro-Ro tersebut merupakan milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang melayani rute pelayaran utama Surabaya - Makassar dengan estimasi waktu tempuh normal sekitar 40 jam (1 hari 16 jam).
Laporan awal insiden kebakaran ini diterima oleh Petugas Siaga Kantor SAR Surabaya dari pihak Syahbandar Tanjung Perak dan PT ALP pada Minggu (2/8) pukul 08.24 WIB.
Berselang semenit kemudian, pihak PT Atosim Lampung Pelayaran menghubungi Kantor SAR Surabaya dan melaporkan bahwa kapal dengan kapasitas sekitar 250 penumpang itu mengalami kebakaran di tengah laut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun manajemen perusahaan dari nahkoda, kebakaran bermula di sekitar ujung utara Madura antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, setelah itu kontak komunikasi dengan nahkoda sempat terputus.
Rangkuman Data Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II:
Total Korban Terevakuasi: 238 jiwa (per Selasa, 4/8 pukul 10.00 WIB)
Korban Selamat: 233 jiwa (termasuk 62 korban menuju Tanjung Perak via KN Masalembo)
Korban Meninggal Dunia: 5 jiwa
Hingga saat ini, operasi SAR gabungan terus memantau perkembangan penanganan pasca-evakuasi, memastikan seluruh korban mendapatkan hak penanganan darurat yang layak seketika menjejakkan kaki di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya
Editor : Shinta Nurma Ababil