PM Thailand Anutin Minta Prabowo Perbesar Impor Beras, Daging, dan Susu, Tawarkan Tambah Beli Pupuk Urea RI

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 12:33 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kanan) saling memberi salam dengan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Kunjungan kenegaraan Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka Jakarta tersebut untuk meluncurkan Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia Thailand 2026-2030 yang terfokus pada tiga bidang utama yaitu keamanan, pembangunan ekonomi, dan sosial-budaya. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Presiden Prabowo Subianto (kanan) saling memberi salam dengan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Kunjungan kenegaraan Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka Jakarta tersebut untuk meluncurkan Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia Thailand 2026-2030 yang terfokus pada tiga bidang utama yaitu keamanan, pembangunan ekonomi, dan sosial-budaya. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

JP Radar Kediri – Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul meminta dukungan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia memperbesar impor sejumlah komoditas pangan asal Thailand, mulai dari beras, daging, hingga produk susu. Permintaan itu disampaikan Anutin dalam pertemuan bilateral dengan Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Baca Juga: Singgung Nuklir Iran, Siaran Langsung Pidato Prabowo di Istana Mendadak Terputus

Dalam pernyataan, Anutin menegaskan kesiapan Thailand menjadi pemasok beras berkualitas tinggi yang bisa diandalkan Indonesia. Ia juga meminta dukungan Prabowo agar impor produk pertanian Thailand diperluas, tidak hanya beras, tetapi juga daging, produk susu, serta mesin-mesin pertanian.

Permintaan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama ketahanan pangan kedua negara. Anutin menyebut Thailand siap menjadi mitra yang andal bagi Indonesia dalam hal tersebut.

Sebagai bentuk timbal balik, Anutin menyatakan pihaknya ingin meningkatkan volume impor pupuk urea dari Indonesia secara signifikan. Ia menyebutkan bahwa impor pupuk urea Thailand dari Indonesia saat ini baru berkisar 60.000 ton per tahun, dan pihaknya berharap angka tersebut bisa naik hingga mencapai ratusan ribu ton per tahun ke depannya.

Baca Juga: Heboh Pemasangan Pagar Tinggi di Mal, Warga Resah hingga Isu Kemunculan Hal Besar di Bulan Agustus

Selain soal pangan dan pupuk, Anutin turut mengusulkan percepatan pembentukan Thai-Indonesia Joint Trade Committee (JTC) yang rencananya akan digelar pertama kali di tingkat Menteri Perdagangan kedua negara. Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi wadah konkret untuk merumuskan target perdagangan yang lebih ambisius, sekaligus mendorong peningkatan arus perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Thailand.

Anutin turut menyinggung posisi Indonesia sebagai mitra dagang terbesar keempat Thailand di kawasan ASEAN, dengan nilai perdagangan bilateral saat ini berkisar 20 miliar dolar AS. Ia menilai skala ekonomi kedua negara sebenarnya masih menyimpan ruang besar untuk terus ditingkatkan, dan berharap posisi Indonesia suatu saat dapat naik menjadi mitra dagang utama Thailand.

Di luar sektor pangan, kunjungan Anutin ke Jakarta juga menyentuh sejumlah bidang kerja sama lain. Ia menjanjikan peningkatan investasi dari pelaku usaha Thailand ke Indonesia, sembari mengajak lebih banyak investor Indonesia untuk turut menanamkan modal di Thailand.

 Baca Juga: Viral Dokumen Anggaran Pengadaan Kopdes Tembus Rp212 Triliun, Publik Soroti Harga AC dan Rak Pajangan

Anutin turut mendorong percepatan penyelesaian kerja sama di sektor perikanan, khususnya terkait draf kesepakatan bersama untuk memerangi praktik penangkapan ikan ilegal yang telah diserahkan Thailand kepada Indonesia sejak akhir tahun lalu. Ia menilai kesepakatan itu dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor kelautan dan perikanan antara kedua negara.

Pertemuan bilateral ini sendiri berlangsung dalam rangkaian kunjungan resmi pertama seorang Perdana Menteri Thailand ke Indonesia dalam kurun 15 tahun terakhir.

Oleh: Zebita Rizqi Priyangga

Univ: Universitas Negeri Yogyakarta

Editor : Shinta Nurma Ababil
PM Thailand Anutin Ekspor Impor prabowo presiden