JP Radar Kediri - Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya merilis prakiraan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Jawa Timur yang berlaku 1 hingga 5 Agustus 2026.
Secara umum, tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Timur diprakirakan berada pada kategori sedang (1,25–2,50 meter), sementara perairan utara Jawa Timur relatif lebih rendah.
Wilayah yang perlu menjadi perhatian meliputi Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, serta Selat Bali bagian utara.
Pada periode tersebut, tinggi gelombang di kawasan selatan berkisar 1,85–2,52 meter, dengan gelombang tertinggi diprakirakan terjadi pada 5 Agustus 2026.
Di wilayah Perairan Kepulauan Kangean bagian utara dan timur, tinggi gelombang juga diprakirakan mencapai 1,42–1,68 meter pada awal periode, sehingga pengguna jasa pelayaran di kawasan tersebut diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan.
Sementara itu, perairan utara Jawa Timur seperti Perairan Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, hingga Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) diprakirakan memiliki tinggi gelombang berkisar 0,38–1,46 meter, yang umumnya berada pada kategori rendah hingga sedang.
Baca Juga: Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Kabupaten Kediri, Kemarau Sudah Usai? Begini Kata BMKG
BMKG mengingatkan bahwa keberadaan awan Cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap dapat menyebabkan peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang secara tiba-tiba di wilayah perairan.
Imbauan BMKG:
Nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut diharapkan terus memantau informasi cuaca maritim terbaru.
Waspadai perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak, terutama di perairan selatan Jawa Timur.
Utamakan keselamatan pelayaran dan hindari berlayar apabila kondisi cuaca tidak mendukung.
Sumber : Radar Kediri, BMKG