JP Radar Kediri –Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) tengah bersiap meluncurkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) makin akurat dan tidak salah alamat.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan, data kemiskinan di lapangan sangat dinamis. Setiap harinya ada warga yang lahir, meninggal, pindah domisili, atau mentas dari garis kemiskinan (naik kelas).
"DTSEN ini menjadi pedoman agar penyaluran bansos makin akurat. Meskipun begitu, konsolidasi terus kami lakukan, khususnya dengan pemerintah daerah, supaya data kita selaras dengan kenyataan di bawah," ujarnya usai menggelar pertemuan dengan Kepala BPS di Jakarta, Rabu.
Baca Juga: Panduan Bansos BLT Rp900 Ribu: Syarat, Jadwal, dan Cara Mudah Daftar Penerima via HP
Laporan berkala dari pemda, lanjut Mensos, sangat krusial. Hal ini mencegah instrumen negara keliru menyalurkan uang rakyat kepada penerima manfaat yang sudah meninggal dunia atau pindah domisili.
Adapun kuota bansos PKH dan BPNT saat ini menyasar 18 juta keluarga di seluruh Indonesia. Menariknya, pada triwulan kedua 2026 ini, Pusat Data dan Informasi Kemensos mencatat adanya 475.821 keluarga penerima manfaat (KPM) baru.
Ratusan ribu KPM baru ini masuk untuk menggantikan penerima lama yang sudah berstatus graduasi, meninggal dunia, atau terdeteksi masuk dalam golongan aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, pegawai BUMN, hingga rogressve.
Buka Kanal Cek DTSEN, Warga Bisa Update Mandiri
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa finalisasi DTSEN versi 3 ditargetkan rampung pada awal Juli ini. Tak hanya pembaruan sistem, BPS juga menyiapkan terobosan proaktif berupa kanal bertajuk “Cek DTSEN”.
Baca Juga: Bansos Juli 2026 Mulai Cair! Cek Status PIP Rp 450 Ribu dan BPNT Tahap 3 via HP, Begini Caranya
“Kami sepakat menyediakan channel Cek DTSEN sebagai rogres percepatan. Lewat saluran ini, masyarakat ataupun mahasiswa bisa melakukan pemutakhiran data secara mandiri, terutama yang menyangkut penyesuaian status desil kesejahteraan mereka,” terang Amalia.
Di samping itu, BPS juga melaporkan rogress Sensus Ekonomi 2026. Saat ini, total pendataan telah menyentuh angka 30 persen. BPS mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyukseskan hajatan sepuluh tahunan ini dengan memegang prinsip “TIR”: Terima petugas sensus di rumah, Isi data dengan sebenar-benarnya, dan Rahasia data dijamin sepenuhnya oleh undang-undang.
Cara Cek Pencairan PKH Tahap Juli-September 2026
Memasuki bulan Juli, penyaluran PKH tahap Juli-September 2026 sudah mulai dijadwalkan cair secara bertahap melalui bank himbara maupun PT Pos Indonesia. PKH sendiri merupakan satu dari lima bansos yang cair bulan ini, melengkapi Program Indonesia Pintar (PIP), BPNT, Bantuan Pangan Beras, dan PBI-JK.
Bantuan sosial bersyarat ini difokuskan bagi keluarga miskin dan rentan yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4, alias 40 persen kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling bawah.
Baca Juga: Cek Jadwal Lengkap Bansos PKH, BPNT, PIP hingga Bantuan Beras Cair Mulai Juli 2026
Bagi panjenengan yang ingin memastikan status kepesertaan dan jadwal pencairan bansos bulan ini, pengecekan bisa dilakukan dengan sangat mudah:
Buka browser di HP atau laptop, lalu kunjungi laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Masukkan wilayah penerima manfaat (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa).
Ketikkan nama lengkap sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Masukkan kode captcha yang tertera di layar.
Klik "Cari Data".
Jika nama kamu terdaftar, sistem akan menampilkan status kepesertaan, jenis bantuan yang diterima, beserta periode penyalurannya. Jika terdapat ketidaksesuaian data di lapangan, masyarakat kini juga dapat memperbaruinya melalui pemerintah desa/kelurahan setempat atau memanfaatkan fitur sanggah di aplikasi Cek Bansos.
Editor : Shinta Nurma Ababil