Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Heboh! Camat Boyolali Diduga Kirim Video Syur ke Eks Karyawati, Berdalih Salah Kirim

Shinta Nurma Ababil • Kamis, 9 Juli 2026 | 11:01 WIB
Ilustrasi Handphone
Ilustrasi Handphone

JP Radar Kediri – Seorang oknum camat di Boyolali dilaporkan mengirimkan video tak senonoh kepada TA (19), mantan karyawatinya.

Meski pihak Pemkab Boyolali telah menjatuhkan sanksi teguran karena insiden tersebut dinilai sebagai "salah kirim", kasus ini menyisakan trauma mendalam bagi korban. 

Kronologi Camat Boyolali Diduga Kirim Video Syur ke Eks Karyawati

Berdasarkan pengakuan korban, pelecehan secara digital ini bermula pada Senin, 30 Maret 2026. Saat itu, TA yang merupakan warga Kecamatan Mojosongo, berniat mengundurkan diri dari pekerjaannya di sebuah toko roti yang sebagian modalnya dimiliki oleh sang camat. Meski berniat pamit, TA diminta bertahan sementara waktu untuk melatih pegawai baru.

Baca Juga: Pemerkosa Pelajar Mojo Jadi Tersangka: Korban Sempat Melawan, Tak Berhasil karena Teler

Tepat pukul 11.58 WIB, TA mendapat kejutan pahit. Ia menerima dua kiriman pesan video berdurasi sekitar 9 detik dari nomor atasannya tersebut.

"Tiba-tiba beliau ngirimin video dua kali. Siang-siang sekitar jam 12-an. Saya buka videonya itu, ternyata video beliaunya sendiri, video porno (memperlihatkan alat kelamin)," beber TA, Senin (6/7/2026).

Awalnya, gadis berusia 19 tahun ini mencoba berpikir positif dan mengira atasannya salah kirim. Ia menahan diri dan menunggu klarifikasi dari pengirim. Namun, hingga malam hari tidak ada satu pun pesan lanjutan atau itikad baik untuk menjelaskan insiden tersebut. Merasa direndahkan, TA akhirnya memblokir nomor sang camat.

Korban Alami Trauma dan Sempat Mendapat Ancaman

Kesenjangan usia dan relasi kuasa antara atasan dan bawahan membuat TA sangat terguncang. Ia merasa harkat dan martabatnya dilecehkan.

“Ya takut. Orang yang saya kenal baik, tiba-tiba dikirimi video itu ya kaget. Saya merasa dilecehkan banget,” ungkap TA.

Kejadian ini kemudian diadukan kepada pihak keluarganya, yang berujung pada pelaporan resmi ke Bupati Boyolali pada bulan April lalu. Namun, sebelum proses mediasi oleh BKPSDM terlaksana, korban mengaku sempat mendapat intimidasi. Terlapor bahkan diduga menghubungi kepala desa setempat agar menekan TA untuk segera meminta maaf.

“Sebelum mediasi, beliau malah ngancam. Saya disuruh minta maaf. Katanya saya menjelek-jelekkan masalah gaji, padahal tidak pernah sama sekali,” imbuhnya.

Baca Juga: Menanti Wajah Baru Persik Kediri, Marcos Optimistis Peringkat Dapat Lebih Bagus Lagi

Pemkab Beri Sanksi Teguran: Murni Kelalaian

Menindaklanjuti laporan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M. Syawalludin, menegaskan bahwa BKPSDM telah mempertemukan kedua belah pihak untuk menggali informasi dan melakukan klarifikasi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Pemkab Boyolali menyimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya unsur kekerasan seksual secara fisik maupun niat pelecehan berkelanjutan dari sang oknum camat.

"Bukan kekerasan ya. Aduannya memang salah kirim. Niat awalnya mau dikirim ke istri," jelas Syawalludin, Rabu (8/7). "Kami melihat tidak ada komunikasi lanjutan yang menunjukkan tujuan-tujuan tertentu (pelecehan)."

Sebagai tindak lanjut, Syawalludin memastikan bahwa oknum camat tersebut telah dikenakan sanksi administratif sesuai dengan prosedur kepegawaian. 

"Prinsipnya sudah diberikan teguran dan peringatan. Kami menilai ini betul-betul salah kirim dan yang bersangkutan juga sudah menyampaikan permohonan maaf," pungkasnya.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#camat boyolali #kasus camat boyolali #viral #kriminal #boyolali