JP Radar Kediri – Bagi kamu yang sudah bersiap mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan bahwa pendaftaran resmi baru akan dibuka setelah proses penyusunan formasi dirampungkan oleh pemerintah.
Di tengah masa tunggu ini, masyarakat juga diimbau ekstra hati-hati terhadap peredaran poster jadwal pendaftaran hoaks yang berpotensi menjadi modus kejahatan siber atau phishing.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakhrullah menjelaskan, alur pendaftaran abdi negara saat ini masih berada di tahap krusial, yakni menghitung kebutuhan riil di setiap instansi.
Baca Juga: BKN Pastikan Seleksi CPNS 2026 Segera Dibuka, Soroti Nasib Guru hingga Kasus PPPK Bolos Kerja
BKN sendiri telah menyelesaikan kajian persetujuan teknis (pertek) dan dokumennya sudah diserahkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Rini Widyantini.
"Dalam manajemen ASN ini diawali dari penyiapan formasi, atau yang sekarang disebut dengan perencanaan kebutuhan. Untuk seleksi CASN 2026 ini, kami sudah menyerahkan persetujuan teknis kajian kepada Ibu MenPAN-RB," ungkap Zudan dalam Rapat Kerja bersama Komite I DPD, Selasa (7/7/2026).
Zudan menegaskan, saat ini bola berada di tangan KemenPAN-RB untuk melakukan penetapan formasi. Oleh karena itu, tahapan seleksi CASN 2026 secara resmi memang belum dibuka karena pemerintah masih mematangkan jumlah dan rincian posisi yang dibutuhkan.
"Saat ini sedang berproses dalam tahap penetapan formasi yang akan diputuskan oleh Ibu MenPAN-RB. Kemudian, setelah ada perencanaan kebutuhan, tahap berikutnya barulah seleksi CASN," tegasnya.
Baca Juga: Siap-Siap! Rekrutmen CPNS Guru Besar-besaran 2027, Mendikdasmen Siapkan Ribuan Formasi
Awas Jebakan Poster Hoaks CPNS 2026
Sayangnya, tingginya antusiasme masyarakat menyambut CPNS 2026 justru dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab. Belakangan ini, marak beredar poster pengumuman jadwal pendaftaran bodong di berbagai platform media sosial dan grup aplikasi percakapan.
Poster-poster tersebut kerap memuat tautan (link) mencurigakan yang bukan berasal dari domain resmi pemerintah. Jika diklik, tautan ini mengarahkan korban ke situs phishing yang bisa mencuri data pribadi.
Menyikapi fenomena ini, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho angkat bicara. Ia meminta para calon pelamar untuk tidak mudah tergiur dengan informasi instan yang tidak jelas sumbernya.
"Poster yang beredar menunjukkan sejumlah indikasi mencurigakan, mulai dari penggunaan tautan yang bukan domain resmi pemerintah, hingga penggunaan narasi yang memaksa atau mendorong masyarakat untuk segera mengklik tautan tertentu," beber Wisudo.
Ia menegaskan, gerbang satu-satunya pendaftaran abdi negara dan segala bentuk pengumuman resminya hanya akan disiarkan melalui portal terintegrasi SSCASN serta kanal-kanal resmi milik pemerintah.
Di akhir keterangannya, Wisudo mengajak masyarakat untuk lebih cerdas mencerna informasi di era digital. Jangan sampai cita-cita mulia mengabdi pada negara justru pupus karena terjebak modus penipuan.
"BKN mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan literasi digital dan berperan aktif menghentikan penyebaran hoaks. Selalu cek sumber informasi sebelum percaya dan membagikannya," pungkasnya.
Editor : Shinta Nurma Ababil