JP Radar Kediri – Pemerintah terus melakukan penyempurnaan terhadap program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Program yang diproyeksikan untuk mencetak calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ini kini dikemas dengan metode yang lebih humanis.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari menegaskan, perubahan konsep tersebut merupakan hasil evaluasi secara menyeluruh.
Pelatihan yang sebelumnya menitikberatkan pada latihan dasar kemiliteran, kini disesuaikan menjadi pelatihan bela negara yang dipadukan dengan penguatan kapasitas manajerial.
“Pemerintah tidak menutup mata. Kami menerima setiap saran dari masyarakat sebagai wujud kepedulian bersama,” ujar Qodari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/7) dikutip dari jawapos.
Baca Juga: Tak Lagi Latsarmil! Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Kini Jadi Bela Negara dan Manajerial
Sebelumnya, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai tindak lanjut dari evaluasi bersama secara menyeluruh.
Pihaknya memastikan adanya penyesuaian pendekatan kegiatan pendidikan yang kini lebih ramah sipil.
”Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, bukan latsarmil lagi,” ujar Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi oleh awak media, Senin (29/6) dikutip dari Jawapos.com.
Pertahankan Nilai Karakter dan Kepemimpinan
Meski format pelaksanaannya diubah, Qodari memastikan nilai-nilai fundamental program SPPI tidak akan hilang. Pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat cinta Tanah Air tetap menjadi materi wajib yang akan diterima para peserta.
Penyesuaian metode ini, lanjutnya, bertujuan agar pelatihan berjalan lebih efektif sekaligus lebih memperhatikan kondisi fisik dan mental para calon manajer. Langkah strategis ini diambil agar tujuan utama program dapat tercapai secara maksimal.
"Kami ingin mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri," tegasnya.
Melalui pendekatan yang lebih humanis, Qodari meyakini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program SPPI akan semakin meningkat. Tujuannya jelas, yakni melahirkan generasi penggerak yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter tangguh untuk membangun daerahnya.
Keselamatan dan Kesejahteraan Peserta Jadi Prioritas
Lebih jauh, pemerintah juga memastikan bahwa aspek keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan peserta menjadi prioritas utama. Qodari menjamin seluruh proses pembelajaran SPPI akan berlangsung di lingkungan yang aman, nyaman, dan sangat mendukung perkembangan kompetensi peserta.
Pemerintah juga berkomitmen memberikan pendampingan serta perlindungan penuh kepada para peserta. Pembinaan akan terus dilakukan hingga mereka benar-benar siap terjun mengemban tugas mengelola Kopdes Merah Putih maupun KNMP di kawasan desa dan pesisir.
Bagi pemerintah, peserta SPPI merupakan generasi muda terpilih yang menjadi ujung tombak pembangunan nasional di masa depan. Sehingga, bekal yang diberikan harus benar-benar komprehensif.
“Tidak ada target program pemerintah yang lebih penting daripada memastikan peserta dapat menjalani pendidikan dengan baik. Dengan penyempurnaan ini, SPPI diharapkan mampu melahirkan SDM berkarakter, profesional, dan siap mengabdi bagi kemajuan Indonesia,” pungkas Qodari.
Editor : Shinta Nurma Ababil