JP Radar Kediri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mempersiapkan opsi cadangan menyusul penetapan Kabupaten Kediri sebagai embarkasi haji. Yaitu menginvetarisasi hotel dan penginapan.
Hal itu dilakukan karena potensi jemaah haji yang melalui embarkasi Kediri jumlahnya besar. Berasal dari, setidaknya, 10 kabupaten maupun kota.
“Yang disurvei memang Hotel Merdeka dan Grand Surya. Tapi pemkab juga menyiapkan opsi lain,” kata Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa.
Beberapa hotel yang masuk list Pemkab Kediri itu di antaranya City Hub, Fave Hotel, Lotus Hotel, dan beberapa lainnya. Semuanya disiapkan sebagai pendukung bila dibutuhkan.
Berdasar hasil pendataan itu, Dewi membilang 10 hotel di wilayah Kediri. Sedangkan total kamar yang tersedia mencapai 798 unit.
Hotel-hotel itu telah memenuhi kriteria mendukung pengoperasional embarkasi. Selain juga pemkab menyiapkan Balai Pengembangan Kompetensi ASN (BPKASN) miliknya yang berada di Tarokan.
Baca Juga: Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji Tahun 2027, Menteri Haji: Secara Teknis Kondisinya Bagus dan Layak
“BPKASN nanti juga bisa dimanfaatkan, kapasitasnya sekitar 50 sampai 100 kamar. Itu kan nanti siswa sekolah rakyat juga sudah pindah,” terang Dewi.
Dewi optimistis kapasitas tersebut mampu mengakomodasi kebutuhan Jemaah. Untuk tempat menginap sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Bandara Dhoho.
Baca Juga: Begini Kata Menteri Haji dan Umrah Soal Kelayakan Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi
Sebab, konsep embarkasi Kediri berbeda dengan Surabaya. Calon jemaah tidak lagi masuk asrama haji. Melainkan langsung transit di hotel untuk persiapan sebelum diberangkatkan di Bandara Dhoho.(*)
Editor : Mahfud