Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BMKG Sebut Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Saat Kemarau, ini Lokasinya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 2 Juli 2026 | 06:35 WIB
Ilustrasi Musim Kemarau
Ilustrasi Musim Kemarau

JP Radar Kediri – Meski musim kemarau mulai meluas di berbagai wilayah Indonesia, peluang hujan dengan intensitas tinggi masih cukup besar.

BMKG menyebut kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah daerah.

Selama periode 25-28 Juni, hujan dengan intensitas sangat tinggi masih tercatat di sejumlah wilayah.

Curah hujan tertinggi terjadi di Aceh mencapai 130 milimeter per hari. Disusul Kalimantan Barat 76 milimeter, Kalimantan Utara 73 milimeter, Kalimantan Tengah 64 milimeter, Papua 64 milimeter, serta Papua Tengah 50 milimeter per hari.

Menurut BMKG, hujan tersebut dipicu oleh berbagai dinamika atmosfer. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, hingga Bibit Siklon Tropis 96W di Samudra Pasifik berperan meningkatkan pembentukan awan hujan.

Baca Juga: Mengenal Tiban, Ritual Kemarau dan Minta Hujan yang Masih Dilestarikan di Kediri

"Dinamika atmosfer pada skala regional maupun lokal masih cukup aktif sehingga hujan masih berpotensi terjadi meskipun sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau," jelas BMKG dikutip dari laman resminya.

BMKG memprakirakan dalam beberapa hari ke depan hujan masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Karena itu masyarakat diminta tetap mewaspadai kemungkinan hujan lebat, petir, angin kencang maupun dampak turunannya berupa banjir, genangan, tanah longsor dan pohon tumbang.

Editor : Andhika Attar Anindita
#BMKG #hujan lebat #cuaca #kemarau