JP Radar Kediri – Memasuki awal Juli, musim kemarau semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia. Dilansir dari website resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), diperkirakan sebanyak 83 Zona Musim (ZOM) akan memasuki puncak kemarau sepanjang Juli 2026.
Wilayah yang diperkirakan mengalami puncak kemarau meliputi sebagian Sumatera, sebagian kecil Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian Maluku hingga Papua.
Kondisi tersebut menunjukkan pengaruh musim kemarau mulai mendominasi sebagian besar Indonesia.
BMKG juga mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah daerah terus bertambah. Sebanyak 493 titik pengamatan atau sekitar 11 persen telah memasuki kategori HTH panjang.
Sementara 84 titik atau sekitar dua persen lainnya sudah berada pada kategori sangat panjang.
"Pada Dasarian I Juli, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan rendah, kurang dari 50 milimeter per dasarian. Hal ini menandakan musim kemarau mulai meluas," tulis BMKG di website resminya.
Selain minim hujan, suhu udara maksimum juga mulai meningkat. Dalam periode 25-28 Juni, suhu mencapai 35 hingga 36,1 derajat Celsius di sejumlah wilayah seperti Aceh, Banten, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah.
BMKG mengimbau masyarakat yang berada di daerah yang telah memasuki musim kemarau agar menjaga kecukupan cairan tubuh, mengurangi aktivitas di bawah terik matahari dalam waktu lama, serta menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.
Editor : Andhika Attar Anindita