Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Usai 5 Peserta Meninggal saat Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih, Komisi I DPR Minta Latihan Distop 

Shinta Nurma Ababil • Minggu, 28 Juni 2026 | 09:37 WIB
Ilustrasi Peserta Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih. (Foto: Kaltimpos)
Ilustrasi Peserta Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih. (Foto: Kaltimpos)

JP Radar Kediri  - Atas meninggalnya peserta latihan dasar militer (latsarmil) Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP) yang kini jadi 5 orang, Komisi I DPR mendesak agar kegiatan  distop.

Penghentian dinilai hal yang harus dilakukan untuk mencegah bertambahnya korban.

Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh mendesak Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk menghentikan latsarmil dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Baca Juga: 5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal saat Latsarmil, Menteri Pertahanan Perintahkan Hal Ini

”Peristiwa meninggalnya lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih ini merupakan masalah yang sangat serius. Jangan anggap enteng nyawa manusia yang meninggal,” kata Oleh, dikutip Minggu (28/6).

Oleh menekankan bahwa para peserta adalah putra-putri terbaik bangsa yang memiliki semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat melalui program Kopdes Merah Putih.

Untuk itu, setiap kejadian yang menyebabkan hilangnya nyawa mereka harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa.

Baca Juga: Calon Manager Kopdes Merah Putih yang Meninggal Bertambah Jadi 4 Orang, Latihan Dasar Militer Dipertanyakan

Selain penghentian kegiatan, juga harus ada perbaikan total terhadap sistem pembinaan dan pelatihan kepada calon manajer Kopdes Merah Putih.

Pendekatan pelatihan harus disesuaikan dengan latar belakang peserta yang merupakan masyarakat sipil, bukan prajurit militer.

”Mereka adalah masyarakat sipil sehingga pelatihan fisik yang dilakukan tidak boleh terlalu berat. Mereka bukan tentara dan tentu kemampuan fisiknya tidak sama dengan prajurit yang telah menjalani pendidikan kemiliteran,” bebernya.

Berdasar data dari Kemhan, 5 korban meninggal dunia terdiri atas Yonanda Muhammad Taufiq (meninggal 17 Juni), Anisa Muyassaroh (meninggal 18 Juni), Novia Rahmadhani Sihotang (meninggal 22 Juni), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (meninggal 26 Juni), dan Nola Dya Sari (meninggal 26 Juni).

Sebelumnya, diberitakan beberapa peserta latsarmil dinyatakan meninggal dunia terdiri atas Novia Rahmadhani, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, Muhammad Rifki Renaldi, dan Nola Dya Sari. Mereka menjalani latsarmil di 5 satdik berbeda.

Anisa Muyassaroh mengikuti latsarmil di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman. Balikpapan. Dia mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026. Kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan satuan sampai rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong dengan diagnosa meninggal dunia akibat heat stroke.

Sehari sebelumnya, pada 17 Juni 2026, peserta atas nama Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja juga mengalami penurunan kondisi kesehatan. Setelah mendapat penanganan dan dirujuk ke rumah sakit, dia dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.

Pada Senin, 22 Juni 2026, peserta atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta mengalami gangguan kesehatan dan segera mendapatkan penanganan oleh tim kesehatan satuan. Dia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa dan dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026 akibat penyakit tuberkulosis.

Kemarin dini hari (26/6), peserta lain bernama Muhammad Rifki Renaldi meninggal dunia. Dia mengikuti pendidikan latsarmil di Satdik Yon Parako 465 Jakarta. Mulanya, dia mengalami keluhan kesehatan berupa sesak napas dan segera mendapatkan penanganan awal dari tim kesehatan satuan pada 25 Juni.

Kemudian kemarin malam, Nola Dya Sari dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB. Dia kehilangan nyawa setelah mendapat penanganan dari tim kesehatan satuan, Rumah Sakit Sikawang, dan RSUD Abdul Aziz Sikawang. Keluhan awalnya adalah sesak nafas dan suhu tubuh meningkat.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#manajer kopdes merah putih #latsarmil kopdes #Kopdes Merah Putih #Koperasi Desa Merah Putih #Koperasi Desa Merah Putih 2026