Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pleno Munas-Konbes NU Memanas dan Diwarnai Aksi Saling Dorong: Pimpinan Rapat Putuskan Muktamar di Lirboyo, Semenit Dibatalkan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 22 Juni 2026 | 19:42 WIB
FORUM TERTINGGI: Dari kiri, Ketua PBNU Kiai Yahya Cholil Staquf, Wakil Rais Aam PBNU Kiai Afifuddin Muhajir, Ketua Rais Aam PBNU Kiai Miftahul Ahyar, dan Wakil Ketua Rais Aam PBNU Kiai Anwar Iskandar memimpin penutupan rapat pleno Munas-Konbes NU di Ponpes Al Falah Ploso, Mojo kemarin. (Foto Wahyu Adji)
FORUM TERTINGGI: Dari kiri, Ketua PBNU Kiai Yahya Cholil Staquf, Wakil Rais Aam PBNU Kiai Afifuddin Muhajir, Ketua Rais Aam PBNU Kiai Miftahul Ahyar, dan Wakil Ketua Rais Aam PBNU Kiai Anwar Iskandar memimpin penutupan rapat pleno Munas-Konbes NU di Ponpes Al Falah Ploso, Mojo kemarin. (Foto Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri–Penentuan lokasi Muktamar NU ke-35 berjalan cukup alot. Rapat pleno yang berlangsung di kompleks Ponpes Al Falah, Ploso, Mojo kemarin siang diwarnai aksi saling dorong pesertanya.

Nama Ponpes Lirboyo yang sempat didok sebagai lokasi muktamar pun dibatalkan dan diputuskan untuk dikaji kembali. 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, Ketua Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU Kiai Akhmad Said Asrori mengumumkan tentang lokasi muktamar di Lirboyo.

“(Ponpes) Lirboyo sebagai tempat muktamar. Sekali lagi setuju?” tanya Kiai Said yang disambut teriakan setuju dan dia langsung mengetuk palu dan membacakan surat Al Fatihah. 

Di saat yang sama, meski teriakan setuju terdengar nyaring, di barisan belakang juga terdengar riuh suara penolakan. Sekretaris SC Munas-Konbes NU Profesor M. Nuh yang duduk di depan bersama Kiai Said menunjuk ke belakang melihat beberapa peserta mengajukan protes.

Keputusan tentang Ponpes Lirboyo sebagai lokasi muktamar pun hanya bertahan kurang dari satu menit. Sejurus kemudian, Rais Aam PBNU Kiai Miftahul Achyar maju ke depan.

Baca Juga: Ini Alasan Gus Yahya Ingin Ada Sertifikasi Ulama dalam Munas-Konbes NU 2026

“Tadi malam saya sampai jam 00.00. Saya tanya dimana tempat muktamar, dijawab kembalikan ke PWNU. Selama ini PWNU yang menentukan tempat muktamar. Ini kok sudah ada keputusan,” ungkapnya.

Di depan peserta, Kiai Miftah pun menyebut penentuan lokasi muktamar dikembalikan ke PWNU. Merespons hal tersebut, Kiai Said mengatakan jika keputusan Ponpes Lirboyo sebagai lokasi muktamar sudah dicabut.

“Mohon duduk. (Keputusan lokasi muktamar) sudah dicabut,” jelas Kiai Said sambil salawatan menenangkan peserta rapat pleno yang terlibat aksi saling dorong.

Terpisah, Sekretaris SC Munas-Konbes NU Prof M. Nuh mengatakan, terkait lokasi pelaksanaan muktamar, forum telah menerima usulan dari sejumlah daerah yang berminat menjadi tuan rumah.

Di antaranya Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.

“Untuk menentukan lokasi muktamar, PBNU akan membentuk tim khusus yang bertugas melakukan peninjauan lapangan,” ungkap mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu.

Penentuan lokasi, lanjut Nuh, tidak hanya mempertimbangkan kesiapan fisik saja. Melainkan tim akan menilai empat aspek utama.

Baca Juga: Rapat Tertutup Munas-Konbes Nahdlatul Ulama di Kediri Bahas Tata Kelola Tambang, Ini Poin Bahasannya!

Yakni kelayakan sarana dan prasarana, keamanan, finansial, serta pertimbangan spiritual yang selama ini menjadi tradisi dalam pengambilan keputusan di lingkungan NU.

“Dari kelayakan spiritual itulah akhirnya diputuskan tempat munas-konbes di sini. Dengan metode yang sama nanti muktamar juga akan diumumkan,” jelasnya.

Tim, jelas Nuh, juga akan mereview beberapa tempat di Jawa Timur yang direkomendasikan. “Tentu tempat mana-mana saja akan kami koordinasikan dengan PWNU. Dan itu akan dilakukan review semua,” paparnya.

Editor : Mahfud
#konbes #nu #lirboyo #munas