KEDIRI, JP Radar Kediri- Bursa calon ketua umum PBNU ikut menghangat di ajang Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 ini.
Petahana Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memastikan dirinya siap kembali maju apabila mendapat mandat.
Alasannya, masih ada sejumlah agenda organisasi yang belum tuntas dia kerjakan.
“Saya sudah menyampaikan kepada khalayak dan khususnya kepada jajaran pengurus NU di semua tingkatan bahwa ada sejumlah agenda yang semula saya janjikan dan masih belum ada waktu untuk menyelesaikannya. Saya akan meminta mandat untuk tambahan waktu untuk menyelesaikan agenda-agenda itu,” ujar Gus Yahya.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul justru memastikan dirinya tidak akan ikut dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU mendatang.
Menteri Sosial itu menegaskan tidak memiliki keinginan mencalonkan diri meskipun namanya kerap disebut sebagai salah satu tokoh potensial.
“Saya tidak akan mencalonkan diri,” kata Gus Ipul singkat.
Meski menolak maju, Gus Ipul menilai NU memiliki banyak kader yang layak memimpin organisasi. Ia melihat sejarah menunjukkan sejumlah posisi strategis di PBNU sering menjadi jalur lahirnya ketua umum.
“Kalau kita lihat sejarahnya ada beberapa jabatan yang mengantarkan seseorang menjadi ketua umum. Pak Idham Chalid pernah menjadi Sekjen PBNU, Gus Dur sebelumnya Katib Aam, Kiai Hasyim Muzadi pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Timur, Kiai Said Aqil Siradj juga pernah menjadi Katib Aam, dan terakhir Gus Yahya,” ujarnya.
Di tengah munculnya nama-nama internal PBNU, Gus Ipul sebelumnya juga menyebut Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar sebagai salah satu figur yang berpotensi masuk bursa Ketua Umum PBNU.
Penilaian itu didasarkan pada rekam jejak Nasaruddin yang pernah menjabat Katib Aam PBNU pada era kepemimpinan KH Hasyim Muzadi.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Munas-Konbes di Kediri Resmi Dibuka, Gus Ipul: Presiden Diagendakan Hadir
“Prof Nasaruddin Umar pernah menjadi Katib Aam pada era KH Hasyim Muzadi. Kalau melihat statistik dan pengalaman yang ada selama ini, beliau sangat berpotensi,” kata Gus Ipul saat peninjauan di Ponpes Ploso ketika persiapan sebelum Munas-Konbes.
Meski demikian, Gus Ipul menegaskan pembahasan mengenai suksesi Ketua Umum PBNU belum menjadi agenda resmi dalam Munas maupun Konbes yang berlangsung di Ploso.
Forum tersebut lebih difokuskan pada pembahasan isu-isu keagamaan, keumatan, serta berbagai rekomendasi organisasi menjelang Muktamar ke-35 NU.
Editor : Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi