Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Anwar Iskandar: NU Perlu Perkuat Loyalitas dan Solidaritas untuk Bisa Maju, Jaringan Besar Tak Cukup Jika Tidak Koheren

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 21 Juni 2026 | 16:59 WIB
Gus War ketika mengisi pembekalan dalam Pleno II Munas - Konbes NU di Ploso, Mojo. (FOTO: Wahyu Adji)
Gus War ketika mengisi pembekalan dalam Pleno II Munas - Konbes NU di Ploso, Mojo. (FOTO: Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri – Besarnya jumlah warga dan luasnya jaringan Nahdlatul Ulama (NU) dinilai belum otomatis menjadi kekuatan organisasi.

Karena itu, loyalitas dan kekompakan antarelemen organisasi menjadi hal penting yang perlu diperkuat untuk membwa NU semakin maju.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar atau Gus War saat memberikan pembekalan dalam Pleno II Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Minggu (21/6).

Menurut Gus War, NU saat ini memiliki modal sosial yang sangat besar. Mulai dari jumlah warga, jaringan pesantren, ulama, profesional, akademisi, pengusaha, hingga kader yang tersebar di berbagai sektor kehidupan. 

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terkoordinasi menjadi satu kekuatan besar yang mampu bergerak secara bersama.

Baca Juga: Sterilkan Area Jelang Pembukaan Munas Konbes NU, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf Cek Persiapan Akhir

“Percuma kita punya banyak jaringan kalau tidak koheren. Harus koheren,” tegasnya.

Gus War menilai, tantangan terbesar NU saat ini bukan kekurangan sumber daya.

 Justru sebaliknya, organisasi ini memiliki sumber daya yang sangat melimpah.

Mulai dari kader yang menjadi pejabat eksekutif, anggota legislatif, dokter, insinyur, ahli pertanian, akademisi, profesional, hingga pelaku usaha yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurut dia, berbagai potensi tersebut merupakan modal besar yang seharusnya dapat disinergikan untuk memperkuat peran NU dalam memberikan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara.

“Betapa banyak orang NU yang menjadi eksekutif, politisi, pengusaha, profesional, dokter, ahli teknologi, ahli pertanian, ahli hukum, polisi, tentara dan lain sebagainya. Itu potensi besar yang bisa memberi manfaat. Hanya tinggal dikoordinasi saja,” ujarnya.

Ketua MUI itu menilai forum Munas dan Konbes perlu melahirkan keputusan yang mampu menghubungkan berbagai potensi tersebut dalam satu gerakan bersama.

 Sebab, tanpa koordinasi dan loyalitas yang kuat, besarnya jumlah anggota tidak akan memberikan dampak optimal bagi organisasi.

Baca Juga: Munas-Konbes NU 2026 Resmi Dibuka, Gus Yahya Ajak Warga NU Jaga Persatuan dan Ketulusan Khidmah

Ia bahkan menyinggung adanya organisasi lain yang secara jumlah jauh lebih kecil dibanding NU, namun mampu menunjukkan kemajuan dan prestasi yang baik karen a memiliki tingkat loyalitas organisasi yang tinggi.

“Ada organisasi lain, saudara-saudara kita, yang tidak sebesar NU, tetapi punya prestasi yang lumayan. Kuncinya hanya satu, loyalitas. Loyalitas,” jelasnya.

Gus War kemudian mengibaratkan pentingnya kekompakan itu seperti jaringan listrik.

 Meski tersebar di banyak tempat, seluruh sistem tetap terhubung dalam satu kendali yang sama sehingga dapat bergerak secara serempak.

“Seperti listrik. Banyak jaringan di mana-mana, tapi sebenarnya satu sakelar. Ditombol hidup, hidup. Ditombol mati, mati. Itu koheren,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen NU menjadikan Munas dan Konbes sebagai momentum memperkuat soliditas organisasi.

 Dengan potensi besar yang dimiliki saat ini, NU diyakini mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat apabila seluruh kekuatan tersebut dapat disatukan dalam satu barisan dan satu arah perjuangan.

“Potensi itu sudah ada. Modalnya ada. Kapital perjuangannya ada. Tinggal bagaimana kita merajutnya menjadi satu kekuatan bersama untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#konbes #pbnu #nu #munas #Gus War