KEDIRI, JP Radar Kediri – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi dibuka di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6) malam.
Pembukaan itu ditandai dengan pemukulan kentengan sebanyak sembilan kali. Pembukaan forum tertinggi kedua setelah muktamar itu dihadiri para ulama sepuh, pengurus PBNU, tokoh nasional, serta ribuan warga NU dari berbagai daerah.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan, banyak warga NU datang ke Ploso meski tidak terdaftar sebagai peserta resmi. Mereka hadir secara mandiri untuk mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus mencari berkah dari berkumpulnya para ulama dan masyayikh NU.
“Saya tahu di luar sana ada entah berapa banyak warga NU yang datang dengan biaya sendiri untuk ikut mengambil berkah dari apa yang kita selenggarakan di dalam Munas dan Konbes ini, mengambil berkah dari berkumpulnya para masyayikh, para sesepuh dan para ulama kita,” ujarnya.
Menurut Gus Yahya, generasi NU saat ini termasuk generasi yang beruntung karena masih memiliki kesempatan bertemu, belajar, dan mendapatkan bimbingan langsung dari para ulama sepuh yang menjadi rujukan warga NU. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta bersyukur atas kesempatan tersebut.
Ia meminta seluruh peserta mengedepankan ketulusan dalam berkhidmah dan menjadikan kemaslahatan jamaah sebagai tujuan utama forum.
Selain itu, proses musyawarah juga diminta berlangsung dengan suasana damai dan menghindari hal-hal yang berpotensi memunculkan kontroversi maupun pertentangan.
“Mari kita laksanakan proses ini dengan sebaik-baiknya, dengan penuh ketulusan, dengan penuh kedamaian, dengan penuh kejujuran, serta menghindari apa pun yang berpotensi menimbulkan kontroversi maupun pertentangan,” tegasnya.
Gus Yahya juga mengajak seluruh elemen NU untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan sebagaimana pesan yang diwariskan para pendiri organisasi.
Menurutnya, kekuatan utama NU selama ini terletak pada persaudaraan, kecintaan kepada ulama, dan semangat khidmah yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Sementara itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengingatkan pentingnya tanggung jawab para ulama dan pengurus dalam menjaga arah perjalanan organisasi.
Ia berharap Munas dan Konbes yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Al Falah Ploso membawa keberkahan bagi seluruh peserta serta menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi umat.
Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan tokoh besar NU, di antaranya KH Ma’ruf Amin, KH Said Aqil Siradj, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, serta jajaran pengurus PBNU dan pimpinan wilayah NU se-Indonesia.
Editor : Andhika Attar Anindita