KEDIRI, JP Radar Kediri – Isu pengelolaan tambang menjadi salah satu materi yang akan dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo.
Pembahasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya merumuskan berbagai persoalan strategis yang berkembang di tengah masyarakat sebelum dibawa ke muktamar.
Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU Prof Dr KH Mohammad Nuh menjelaskan, forum munas dan konbes memiliki posisi penting karena berada satu tingkat di bawah muktamar.
Karena itu, berbagai isu yang berkembang perlu didiskusikan lebih awal agar tidak membebani agenda muktamar mendatang.
Menurut dia, salah satu isu yang menjadi perhatian adalah sektor pertambangan.
Namun, pembahasan nantinya tetap mengacu pada panduan dan prinsip yang selama ini telah dimiliki NU.
“Tambang tentu akan kita bahas. Tapi kita juga sudah punya panduan. Panduannya tidak boleh bersifat eksploiter yang berlebihan. Yang diperbolehkan adalah eksplorasi, bukan eksploitasi,” ujarnya.
M Nuh mengatakan, pembahasan tidak hanya menyangkut aspek pemanfaatan sumber daya alam.
Namun juga mencakup tata kelola, kepemilikan, hingga manfaat yang dapat dirasakan masyarakat luas.
Meski demikian, ia belum dapat menjelaskan lebih rinci bentuk keputusan yang akan dihasilkan karena seluruhnya masih akan dibahas dalam forum.
Nuh menegaskan panitia tidak menutup mata terhadap berbagai usulan yang muncul dari masyarakat maupun pengurus wilayah.
Seluruh gagasan tersebut akan dikaji dan didiskusikan bersama dalam forum yang dihadiri para ulama dan pengurus NU dari berbagai daerah.
Editor : Andhika Attar Anindita