Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO): Sejumlah Negara Terancam Kekeringan, Wilayah Lain Justru Berisiko Banjir Besar, Begini Penyeba

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12 WIB
ilustrasi kemarau.
ilustrasi kemarau.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan dampak cuaca yang berbeda di berbagai negara seiring perkembangan fenomena El Nino dalam dalam waktu dekat.

Sejumlah wilayah diprediksi mengalami kondisi lebih kering hingga berisiko kekeringan, sementara negara-negara lain justru berpotensi menghadapi peningkatan curah hujan yang dapat memicu banjir.

Perbedaan dampak tersebut menjadi salah satu karakteristik utama El Nino.

Indonesia termasuk wilayah yang diperkirakan mengalami kondisi lebih kering dari normal. Selain Indonesia, dampak serupa diprediksi terjadi di Australia, Amerika Tengah, kawasan Karibia, sebagian Amerika Selatan bagian utara, dan sebagian Asia Selatan.

Berkurangnya curah hujan dalam waktu lama berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan gangguan pasokan air.

Di sisi lain, El Nino justru diperkirakan membawa curah hujan lebih tinggi di sejumlah wilayah lain. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sebagian Amerika Selatan bagian selatan, Amerika Serikat bagian selatan, kawasan Tanduk Afrika, dan Asia Tengah.

Akibatnya, risiko banjir dan bencana hidrometeorologi di wilayah-wilayah tersebut diperkirakan ikut meningkat.

Baca Juga:  BMKG Ungkap Daerah Paling Rentan El Nino di Jawa Timur: Nganjuk Masuk Peringkat Teratas, Bagaimana Daerah Lainnya?

WMO menjelaskan El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang dapat memengaruhi pola cuaca global.

Saat ini sejumlah indikator menunjukkan El Nino sedang berkembang. Suhu permukaan laut di Pasifik ekuator bagian tengah hingga timur telah mendekati ambang batas El Nino, diperkuat suhu bawah permukaan laut yang tercatat lebih dari 6 derajat Celsius di atas rata-rata.

Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo mengatakan dunia perlu bersiap menghadapi dampak fenomena tersebut.

Menurutnya, El Nino berpotensi memperparah kekeringan di sejumlah wilayah sekaligus meningkatkan hujan ekstrem di kawasan lainnya.

“Kita perlu bersiap menghadapi potensi El Nino yang kuat, yang akan memperparah kekeringan dan hujan lebat serta meningkatkan risiko gelombang panas baik di daratan maupun lautan,” ujarnya dalam rilis resmi WMO.

Selain memengaruhi pola hujan, WMO memperkirakan suhu udara di atas normal akan terjadi hampir di seluruh dunia selama periode Juni hingga Agustus 2026.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko gelombang panas dan mempercepat perkembangan kekeringan di wilayah yang mengalami penurunan curah hujan.

Karena itu, WMO meminta negara-negara di dunia meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak cuaca yang berbeda-beda akibat perkembangan El Nino. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#wmo #kekeringan #banjir #cuaca #el nino