Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

September hingga November Jadi Masa Kritis Kemarau 2026, Ini Penjelasan BMKG Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 17 Juni 2026 | 19:54 WIB
ilustrasi kemarau.
ilustrasi kemarau.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Puncak musim kemarau tahun ini diprakirakan terjadi pada Juli hingga Agustus. Namun demikian, periode paling kritis justru diperkirakan berlangsung pada September hingga November.

Ketua Meteorologi Publik BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri Satria Kridha Nugraha menjelaskan, pengaruh El Nino dan IOD positif diprediksi membuat curah hujan berada di bawah kondisi normal.

Akibatnya, sejumlah wilayah berpotensi mengalami defisit hujan yang cukup signifikan.

“Kemarau di tahun 2026 ini diprakirakan lebih kering dari normalnya akibat pengaruh El Nino dan IOD positif,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat perlu mewaspadai kondisi pada September hingga November.

Sebab pada periode tersebut biasanya hujan mulai turun. Namun pengaruh El Nino dapat menyebabkan curah hujan tetap rendah.

Baca Juga: BMKG Kediri Wanti-wanti Dampak El Nino, Produksi Beras Kabupaten Kediri Terancam Menurun Hingga Ratusan Ton

“Potensi defisit hujan terbesar ini terjadi di bulan September hingga November. September, Oktober, November ini adalah titik kritisnya nanti,” katanya.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi berbagai sektor mulai pertanian, ketersediaan air bersih hingga sektor berbasis sumber daya air lainnya. Karena itu, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak awal musim kemarau.

“Dampak berpotensi meluas di berbagai sektor,” tegasnya.

BMKG mendorong pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan agar dampak kemarau panjang dapat ditekan semaksimal mungkin.

Editor : Andhika Attar Anindita
#iod #puncak kemarau #BMKG #kemarau panjang #el nino