Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Munas-Konbes NU Bahas Kripto, Reformasi Organisasi hingga Pelembagaan AHWA

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 16 Juni 2026 | 21:49 WIB
Para tokoh NU saat persiapan Munas di Ploso, Mojo.  (Istimewa)
Para tokoh NU saat persiapan Munas di Ploso, Mojo. (Istimewa)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi.

Forum yang digelar di Pondok Pesantren Ploso, Kecamatan Mojo, tersebut juga akan membahas sejumlah isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat.

Mulai persoalan fikih kontemporer, reformasi organisasi, hingga penguatan kelembagaan NU akan menjadi materi utama dalam sidang-sidang Munas dan Konbes.

Hasil pembahasan nantinya akan menjadi bahan penting menuju Muktamar NU ke-35.

Ketua Steering Committee (SC) Prof Moh Nuh mengatakan berbagai persoalan keagamaan yang muncul akibat perkembangan teknologi akan menjadi perhatian dalam forum tersebut.

Baca Juga: Jelang Munas dan Konbes, Sejumlah Nama Mulai Muncul di Bursa Ketum PBNU: Nasaruddin Umar Salah Satunya

Salah satunya terkait pandangan syariah terhadap perkembangan teknologi digital dan aset kripto yang saat ini semakin luas digunakan masyarakat.

“Masyarakat perlu mendapatkan kepastian panduan syariah terhadap berbagai perkembangan teknologi yang terus berubah. Karena itu isu-isu tersebut akan menjadi salah satu pembahasan penting dalam Munas dan Konbes,” ujarnya.

Selain persoalan fikih kontemporer, forum tersebut juga akan membahas berbagai usulan reformasi organisasi yang disampaikan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU).

 Pembahasan tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola organisasi dan kelembagaan NU di masa mendatang.

Ketua Organising Committee (OC) Munas-Konbes NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menambahkan salah satu usulan yang diperkirakan menarik perhatian peserta adalah pelembagaan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Selama ini AHWA bersifat ad hoc saat proses pemilihan Rais Aam PBNU.

“Usulan ini nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam Munas dan Konbes sebelum diputuskan dalam Muktamar,” jelasnya.

Baca Juga: PCNU Tolak Rencana Sekolah Lima Hari: Surati Bupati, Khawatir Madin dan TPQ Terganggu

Menurut Gus Ipul, Munas dan Konbes merupakan tahapan penting sebelum Muktamar NU ke-35. Karena itu berbagai isu strategis akan dimatangkan terlebih dahulu agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan organisasi di tingkat nasional. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#munas nu #pbnu #ponpes ploso #kecamatan mojo #gus ipul