Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelang Munas dan Konbes, Sejumlah Nama Mulai Muncul di Bursa Ketum PBNU: Nasaruddin Umar Salah Satunya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 16 Juni 2026 | 20:45 WIB
Tokoh PBNU mendatangi Pondok Ploso untuk persiapan MUNAS
Tokoh PBNU mendatangi Pondok Ploso untuk persiapan MUNAS(Istimewa)

 KEDIRI, JP Radar Kediri – Dinamika menuju Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mulai menghangat.

Di sela persiapan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Ploso, Kecamatan Mojo, muncul pembahasan mengenai figur yang berpeluang memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode mendatang.

Salah satu nama yang disebut memiliki peluang berdasarkan rekam jejak organisasi adalah Nasaruddin Umar. Nama tersebut mencuat seiring pembahasan arah kepemimpinan NU menjelang Muktamar.

Ketua Organising Committee (OC) Munas-Konbes NU, Saifullah Yusuf, mengatakan NU memiliki banyak kader yang berpotensi menjadi pemimpin organisasi.

Menurutnya, jika melihat pola kepemimpinan PBNU dalam beberapa dekade terakhir, terdapat kecenderungan figur yang terpilih memiliki pengalaman pada posisi-posisi strategis di lingkungan NU.

“Kalau melihat statistik, ada polanya. Gus Dur sebelum jadi Ketua Umum adalah Katib Aam. Kemudian KH Hasyim Muzadi pernah menjadi Ketua PWNU. Lalu KH Said Aqil Siroj dan KH Yahya Cholil Staquf juga sebelumnya menjabat Katib Aam,” ujarnya saat ditemui usai rakor final Munas-Konbes NU, Selasa (16/6).

Menurut Gus Ipul, pengalaman sebagai Katib Aam, Ketua PWNU, maupun Sekretaris Jenderal PBNU menjadi modal penting karena posisi tersebut memberikan pemahaman mendalam mengenai organisasi.

Karena itu, sejumlah nama yang pernah menempati jabatan tersebut dinilai memiliki peluang dalam kontestasi kepemimpinan mendatang.

Baca Juga: PBNU Minta Restu Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso Kediri Jelang Munas dan Konbes NU 2026

Salah satu figur yang disebutnya memiliki rekam jejak sesuai pola tersebut adalah Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar.

Selain menjabat sebagai menteri, Nasaruddin pernah mengemban amanah sebagai Katib Aam PBNU pada masa kepemimpinan KH Sahal Mahfudh.

“Saat saya keliling ke daerah-daerah, nama Prof. Nasar memang banyak disebut-sebut. Beliau sangat berpotensi jika melihat statistiknya,” kata Gus Ipul.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh proses pencalonan dan pemilihan Ketua Umum PBNU akan berlangsung sesuai mekanisme organisasi dalam Muktamar mendatang.

Lalu, bagaimana dengan Gus Ipul sendiri? Mengingat saat ini ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU, namanya juga kerap disebut dalam berbagai spekulasi menjelang Muktamar.

 Namun, soson Menteri Sosial itu menegaskan dirinya tidak memiliki keinginan untuk maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum PBNU.

“Saya sudah nyatakan dengan jelas, saya tidak mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan. Jadi yang berpotensi ya yang pernah menjabat Katib Aam atau Ketua Wilayah,” tegasnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa NU tidak kekurangan kader untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi.

Seluruh kader memiliki kesempatan yang sama selama memenuhi persyaratan dan memperoleh dukungan sesuai ketentuan yang berlaku dalam organisasi. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#munas nu #nasaruddin umar #ploso #gus ipul #ketua pbnu