JP Radar Kediri - Bulan Juni 2026 ini ramai bantaunn Sosial (Bansos) dicairkan pemerintah. Selain Bantuan reguler PKH BPNT, Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra ramai kabar dicairkan kembali di tahun 2026 ini.
Sebagai informasi, BLT Kesra terakhir kali dicairkan pada tahun 2025 mulai sejak bulan November dengan nominal Rp900 ribu.
Bansos BLTS ditarget menjangkau 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bila dihitung rata-rata 4 anggota per keluarga, bantuan tersebut diperkirakan akan sampai kepada 140 juta jiwa di seluruh Indonesia.
BLT Kesra 2026
Kabar bakal cairnya kembali Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp900.000 dari Kementerian Sosial membuat gaduh di media sosial. Hal ini berawal dari beredarnya unggahan di media sosial Facebook berisi tautan yang diklaim sebagai akses untuk mengecek penyaluran BLT.
Tautan yang beredar tersebut tidak mengarah ke laman resmi Kemensos tetapi mengarah ke laman yang meminta pengunjung memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram aktif dan terindikasi phishing.
Baca Juga: Fakta Pencairan BLT Kesra Rp 900 Ribu Juni 2026: Simak Cara Daftar Penerima Bansos via HP
Faktanya, pemerintah menegaskan bahwa penyaluran terakhir BLT Kesra dilakukan pada Desember 2025 dengan posisi program berada di kuartal IV 2025.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari Kemensos terkait penyaluran bantuan sebesar Rp900.000 atau dikenal juga sebagai BLT Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pada 2026
Siapa Penerima BLT Kesra?
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab dipanggil Gus Ipul mengatakn bahwa pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto menyiapkan beragam bantuan sosial (bansos).
”Pak presiden itu punya perhatian yang luar biasa terhadap keluarga-keluarga yang memang membutuhkan bantuan dari pemerintah,” ungkap Gus Ipul dikutip dari laman resmi Kementerian Sosial (Kemensos) pada Selasa (28/10).
Keterangan itu disampaikan oleh Gus Ipul saat meninjau penyaluran bansos di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada Senin (27/10).
Bahkan ada yang nominalnya mencapai Rp 31,54 triliun.
Gus Ipul menjelaskan bahwa BLTS diberikan kepada masyarakat yang berada di Desil 1, 2, 3, dan 4 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Tujuan penyaluran BLTS tak lain sebagai bagian dari program perlindungan sosial pada 2025.
Dipstikan, penerima bansos merupakan mereka yang pastas menerima alias tepat sasaran sesuai dengan DTSEN.
”Jadi, bapak dan ibu sekalian siapa yang menerima ini? Yang menerima adalah mereka yang berada di Desil 1, 2, 3, dan 4 (DTSEN),” tegasnya.
Sesuai dengan program yang sudah disusun oleh pemerintah. Bansos tersebut disalurkan untuk 3 bulan. Yakni Oktober, November, dan Desember. Nilainya Rp 900 ribu untuk setiap penerima bansos. Artinya bansos itu diberikan sebesar Rp 300 ribu untuk setiap bulannya.
Editor : Shinta Nurma Ababil