JP Radar Kediri – Para peserta yang dinyatakan lolos seleksi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih 2026, diwajibkan mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad).
Berdasarkan pengumuman resmi di laman Panitia Seleksi Nasional Pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM), aturan ini bersifat mutlak.
Calon manajer yang lolos telah dijadwalkan untuk melakukan registrasi dan persiapan pelatihan di Satuan Pendidikan (Satdik) masing-masing pada Minggu (14/6) kemarin.
Ketua Tim Pelaksana Seleksi Pengadaan SDM pada Kopdes/Kelurahan Merah Putih menegaskan aturan main yang ketat. Calon manajer wajib menandatangani surat pernyataan yang berisi 13 poin krusial. Salah satu poin utamanya adalah kesediaan mutlak mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran Komcad serta Pelatihan Manajerial dan Kompetensi Bidang hingga tuntas.
Panitia tidak memberikan toleransi bagi peserta yang indisipliner. Ada beberapa aturan tegas yang patut dicatat oleh peserta:
-Wajib Hadir Tepat Waktu. Peserta yang tidak melakukan registrasi sesuai jadwal dan lokasi yang telah ditetapkan akan langsung dinyatakan mengundurkan diri (gugur).
- Penempatan lokasi pelatihan ditentukan sepenuhnya oleh panitia pusat berdasarkan kapasitas dan kebutuhan. Perubahan lokasi pelatihan atau mutasi tidak dapat dilakukan.
-Pantang Mundur di Tengah Jalan. Peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dari awal sampai dinyatakan selesai.
Baca Juga: Kronologi Mahasiswa Unair Diduga Korupsi Dana Anggota KIP-K Rp 97 Juta
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI selaku pihak yang akan menggembleng para calon manajer ini mengaku sudah siap 100 persen. Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan, dalam rapat persiapan pengumuman kelulusan di Jakarta pada Rabu (10/6) lalu, menyatakan kesiapan institusinya.
“Dengan dukungan 67 satuan pendidikan yang tersebar dari Aceh hingga Papua, Kemenhan siap menyelenggarakan pendidikan dasar kemiliteran,” tegas keterangan resmi Kemenhan.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kemenhan berharap, tempaan ala militer ini mampu mencetak SDM Kopdes yang tak hanya unggul secara manajerial, tetapi juga berkarakter kuat, disiplin, dan siap mendukung program pembangunan nasional di tingkat akar rumput.
Sementara itu, untuk memastikan kelancaran teknis di lapangan, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan akan segera berkoordinasi secara teknis.
Dihubungi pada Minggu (14/6), Brigjen Rico menyebut pihaknya akan langsung mengecek kesiapan pendidikan tersebut kepada Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kemenhan pada hari Senin (15/6) ini. "Besok (hari ini, Red) saya tanyakan ke Bacadnas," ujarnya singkat.
Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, Menteri Koperasi Ferry Juliantono belum memberikan respons resmi terkait detail sinergi antara pelatihan manajerial kementeriannya dengan pelatihan militer dari Kemenhan tersebut.
Baca Juga: Sosok Mahasiswa Unair Berinisial YPI yang Diduga Korupsi Iuran Anggota KIP-K Rp 97 Juta
Disamping itu, Koperasi Desa Merah Putih kembali jadi sorotan usai munculnya bocoran surat pengunduran diri peserta seleksi Manajer KDMP mencuat di media sosial.
Akun X bernama @makaryo0 mengunggah tangkapan layar proses konfirmasi pengunduran diri setelah mengetahui sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi apabila lolos seleksi.
Di antaranya informasi mengenai penempatan kerja yang dapat dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Seperti kewajiban mengikuti pendidikan selama tiga bulan, ikatan dinas dua tahun, hingga sanksi denda apabila mengundurkan diri sebelum masa penugasan berakhir.
Akun tersebut mengungkapkan alasan banyaknya yang mengundurkan diri dari manajer kopdes Merah Putih, diantaranya:
1. Gaji ga transparan di awal
2. Penempatan diacak ke seluruh NKRI
3. Ikatan dinas 2 tahun
4. Kalo mundur sebelum 2 tahun, denda 100 juta
5. Pendidikan 3 bulan, lokasi diacak ke luar pulau dan jarak pengumuman ke start pendidikan mepet.
Unggahan itu juga diperkuat dengan beredarnya dokumen surat pernyataan yang wajib ditandatangani calon manajer yang membuat geger publik dan menuai beragam komentar.
Editor : Shinta Nurma Ababil