JP Radar Kediri – Bantuan sosial (bansos) Rp600 ribu merupakan penyaluran dari bansos BPNT. KPM mendapatkan bantuan dalam bentuk uang tunai senilai Rp 200.000 per bulan. Dana tersebut diberikan sesuai tiga bulan sekali secara sekaligus, sehingga uang yang diterima sebesar Rp 600.000.
Bantuan kesejahteraan berupa saldo senilai Rp 600.000 terpantau sudah mulai masuk secara bertahap ke rekening penerima, tak terkecuali di wilayah Kabupaten Kediri.
Penyaluran dana bansos ini difokuskan melalui transfer langsung ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) maupun PT Pos Indonesia. Karena pemerintah tidak menetapkan tanggal pasti untuk pencairan di setiap daerah, dana bisa saja turun di pekan pertama hingga keempat.
Skema Rapel Tiga Bulanan
Nominal Rp 600.000 yang masuk ke kantong KPM bukanlah alokasi bulanan tunggal, melainkan rapelan pencairan selama tiga bulan. Pada dasarnya, setiap bulan KPM dijatah Rp 200.000. Agar lebih efektif, mekanisme pembagian tidak dilakukan setiap bulan atau setahun sekaligus, melainkan dibagi dalam empat termin:
Tahap 1: Januari, Februari, Maret
Tahap 2: April, Mei, Juni
Tahap 3: Juli, Agustus, September
Tahap 4: Oktober, November, Desember.
Baca Juga: Cek Desil Bansos Tahap 2 Juni 2026, Penerima Kategori 1-4 Diutamakan
Laporan Pencairan Tiap Wilayah
Sejak awal Juni 2026, denyut pencairan BPNT Tahap 2 untuk pemegang KKS Bank BNI dilaporkan terus berlangsung dari pagi hingga malam hari.
Khusus di wilayah Kabupaten Kediri, setidaknya ada dua laporan pencairan yang terkonfirmasi. Seorang pemegang KKS BNI terbitan 2017 mencairkan saldonya pada pukul 17.42 WIB setelah sempat gagal melakukan pengecekan di pagi hari. Sementara itu, warga Kediri lainnya juga melaporkan penarikan tunai sukses pada pukul 16.47 WIB.
Kondisi serupa juga terpantau serentak di berbagai wilayah lain:
Bandung: KPM BPNT Murni (KKS 2021) di kawasan Cijerah mengonfirmasi penarikan Rp 600.000 pada pukul 15.58 WIB.
Jakarta Utara: Warga di wilayah Cilincing, Malaka, dan Rorotan melaporkan saldo telah masuk dan bisa ditarik pada pukul 14.13 WIB.
Baca Juga: Info Baru Bansos PKH BPNT Tahap 2 Juni 2026, Ini Penyebab KPM Gagal Terima Saldo
Validasi Berlapis dan Peruntukan Dana
Mengingat besarnya anggaran yang dikucurkan, pemerintah menerapkan sistem pemutakhiran data secara berlapis agar dana tepat sasaran. Proses kurasi ini melibatkan pendataan awal di tingkat desa/kelurahan, validasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pemeriksaan riil (ground check) oleh tenaga pendamping PKH di lapangan.
Nantinya, saldo elektronik sebesar Rp 600.000 per tahap tersebut diwajibkan untuk dibelanjakan demi memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Dana ini menjadi katup pengaman agar masyarakat dapat membeli bahan pangan pokok, seperti beras, telur, dan kebutuhan sembako lainnya.
Bagi masyarakat yang merasa memenuhi kriteria namun saldonya belum bertambah, disarankan untuk melakukan pengecekan secara berkala. KPM dapat memantau status kepesertaan dengan mudah cukup melalui smartphone, yakni mengakses situs web resmi Kemensos atau menggunakan aplikasi "Cek Bansos" yang bisa diunduh di penyedia aplikasi ponsel pintar.
Cara Cek Bansos Lewat Website
Cara paling cepat dan praktis adalah melalui situs resmi Kemensos. Ini langkah-langkahnya.
-
Buka browser di HP, lalu kunjungi cekbansos.kemensos.go.id
-
Masukkan NIK sesuai KTP
-
Isi kode verifikasi (captcha) yang muncul
-
Klik tombol "Cari Data"
Sistem akan langsung menampilkan apakah namamu terdaftar sebagai penerima, jenis bantuan yang diterima, serta periode pencairannya.
Cara Cek Bansos Lewat Aplikasi
Selain website, kamu juga bisa menggunakan aplikasi resmi "Cek Bansos" yang tersedia di Play Store maupun App Store. Caranya adalah sebagai berikut.
-
Unduh aplikasi "Cek Bansos" di Play Store atau App Store
-
Buat akun dengan mengisi data diri sesuai KTP
-
Login ke akun yang sudah terdaftar
-
Pilih menu "Cek Bansos"
Aplikasi ini memudahkan pengecekan secara berkala tanpa perlu membuka browser setiap saat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil