JP Radar Kediri – Gelombang penolakan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah kembali memanas. Hari ini, Jumat (12/6/2026), Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa lainnya menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Mengusung tajuk yang cukup menohok, "Aksi Menuju Indonesia Bangkrut", ribuan mahasiswa turun ke jalan sebagai respons atas kondisi ekonomi nasional yang dinilai makin mencekik rakyat kecil.
Menurut Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, klaim pertumbuhan ekonomi yang digembar-gemborkan pemerintah saat ini hanyalah deretan angka di atas kertas yang sama sekali tidak berdampak riil pada daya beli masyarakat.
"Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," kritik tajam pria yang akrab disapa Athof tersebut, Kamis (11/6) dikutip dari Jawapos.com.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 12 Juni 2026 Naik Rp20.000, Segini Buyback per Gramnya
Athof menegaskan, aksi turun ke jalan ini murni merupakan bentuk perlawanan terhadap kebijakan yang menyengsarakan masyarakat luas, bukan sekadar urusan perbedaan politik. Ia menyebut, jalur kritik akademis melalui pemaparan data sudah dilakukan, namun selalu berujung buntu.
"Kritik lewat data sudah disampaikan dan selalu diabaikan. Lebih-lebih karena pemerintah memilih mengelak alih-alih bertanggung jawab. Semua itulah yang membuat kami harus turun ke jalan," tandasnya.
Keresahan publik yang dikawal oleh BEM UI tidak lepas dari rentetan kebijakan dan peristiwa terbaru. Salah satu pemicu utama adalah lonjakan harga kebutuhan pokok dan kebijakan Pertamina yang baru saja menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax hingga lebih dari 30 persen pada 10 Juni 2026 lalu. Ironisnya, hal ini terjadi saat Presiden Prabowo Subianto menyebut ketahanan energi RI dalam kondisi kuat.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti sengkarut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan tercoreng oleh kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Rute Aksi Demo BEM UI Hari Ini
Berdasarkan konsolidasi internal dan seruan aksi di akun Instagram resmi @bemui_official, para peserta aksi diinstruksikan untuk mengenakan pakaian hitam berbalut jaket almamater kuning kebanggaan UI. Berikut adalah detail pelaksanaan aksi hari ini:
Hari/Tanggal: Jumat, 12 Juni 2026
Waktu: Pukul 10.00 WIB – selesai
Titik Kumpul UI: Lapangan FISIP UI
Titik Kumpul FEB UI: Depan Koperasi Gedung A FEB UI
Lokasi Puncak Aksi: Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat
Dresscode: Pakaian hitam & Jaket Makara (Almamater).
Baca Juga: Harga Buyback Emas Antam Hari Ini 12 Juni 2026 Melonjak Rp 55 Ribu, Cek Rincian Pajaknya
5 Tuntutan Utama Mahasiswa (Panca Tuntutan Rakyat 2026)
Dalam aksi demonstrasi hari ini, BEM UI membawa lima tuntutan krusial yang ditujukan langsung ke jantung pemerintahan:
-Hentikan Pemborosan APBN: Mahasiswa menilai postur pengeluaran negara saat ini sangat tidak efisien, salah sasaran, dan minim manfaat langsung bagi rakyat pembayar pajak.
-Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM: Menuntut pemerintah segera menstabilkan harga bahan pangan (beras, minyak, daging) dan membatalkan kenaikan drastis harga BBM Pertamax yang dinilai membunuh daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.
-Hentikan Program MBG dan Proyek Koperasi Desa: Buntut kasus korupsi eks Kepala BGN, mahasiswa meminta penghentian Program Makan Bergizi Gratis, serta membatalkan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang menyedot dana desa namun salah sasaran secara strategis.
-Hentikan Militerisme di Ranah Sipil: Mahasiswa menolak keras dan mengkhawatirkan makin meluasnya intervensi unsur militer di sektor-sektor sipil seperti birokrasi, pendidikan, dan pemerintahan daerah.
-Presiden Prabowo Harus Mengakui Kesalahan: Menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk berhenti mengelak, berani bertanggung jawab secara terbuka, dan mengakui kegagalan pemerintah dalam mengelola kebijakan ekonomi maupun publik.
Editor : Shinta Nurma Ababil