Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemerintah Bakal Cairkan Bansos Tunai Rp 5,4 Juta Per Orang, Siap-Siap! Tak Ada Lagi Pembagian Sembako

Shinta Nurma Ababil • Kamis, 11 Juni 2026 | 08:34 WIB
Luhut bakal cairkan bantuan dengan tunai
Luhut bakal cairkan bantuan dengan tunai

JP Radar Kediri – Kabar penting bagi masyarakat penerima Bantuan Sosial (Bansos). Pemerintah berencana mengubah total skema penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin.

Ke depan, tidak ada lagi pembagian bansos dalam wujud barang atau sembako. Semua akan disalurkan murni dalam bentuk uang tunai (direct cash transfer).

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, perubahan skema ini bertujuan agar bantuan pemerintah lebih tepat sasaran. Tak tanggung-tanggung, nilai bantuan tunai yang akan diterima masyarakat rata-rata bisa menembus Rp 5,4 juta per orang.

"Saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada yang menerima. Rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer, ada Rp 5,4 juta per orang," ungkap Luhut dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa malam (9/6).

Baca Juga: Fakta Pencairan BLT Kesra Rp 900 Ribu Juni 2026: Simak Cara Daftar Penerima Bansos via HP

Untuk memastikan uang jutaan rupiah tersebut tidak jatuh ke tangan yang salah, pemerintah tengah menyiapkan senjata baru berbasis teknologi canggih. Sistem ini bernama Digital Single ID yang ditopang oleh teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).

Nantinya, sistem AI inilah yang akan menyaring, mengelompokkan, hingga memverifikasi data masyarakat yang benar-benar berhak menerima bantuan. Salah satu fitur andalannya adalah teknologi face recognition (pengenalan wajah).

"Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang mengakibatkan semua bansos itu akan targeted (tepat sasaran). Anda nanti bisa kita berikan contoh face recognition, Anda berhak atau tidak berhak untuk mendapat bansos," tegas purnawirawan Jenderal TNI tersebut.

Dengan sistem yang saling terintegrasi ini, Luhut optimistis efisiensi anggaran negara dapat ditingkatkan secara drastis, hingga mencegah kebocoran dana puluhan hingga ratusan miliar rupiah.

Baca Juga: Bansos Juni 2026 Cair : PKH, BPNT, PIP, hingga Bantuan Pangan

Sukses Uji Coba di Jatim, Siap Nasional Bulan Oktober

Bagi warga Jawa Timur, inovasi ini sebenarnya sudah mulai terasa. Luhut menyebutkan bahwa proyek percontohan (pilot project) sistem penyaluran bansos berbasis AI ini telah sukses diterapkan di Kabupaten Banyuwangi, Jatim.

Melihat kesuksesan di Banyuwangi, pemerintah kini tengah memperluas uji coba ke 42 kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Rencananya, Presiden Prabowo Subianto akan meninjau langsung perkembangan proyek ini pada Juli mendatang.

"Kita belajar dari model (Banyuwangi) ini nanti kalau 42 kabupaten/kota ini sukses, Oktober tahun ini akan roll out nasional di seluruh 514 kabupaten dan kota," beber Luhut.

Selain menyalurkan bansos secara presisi, mahadata (big data) dalam Digital Single ID ini kelak tidak hanya digunakan untuk urusan sosial. Data tersebut akan menjadi acuan pemerintah dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.

Baca Juga: Cek Bansos PKH BPNT Bareng Beras dan Minyak Juni 2026 di cekbansos.kemensos.go.id

Salah satunya adalah untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Nanti kita akan bisa mendorong untuk membuat UMKM dengan memberikan KUR yang baik, karena orang ini sudah bisa dipantau dengan jelas latar belakangnya," pungkas Luhut.

Inovasi digitalisasi pemerintahan berbasis AI ini merupakan salah satu program unggulan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan dan memangkas kerumitan birokrasi di Tanah Air.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#bantuan sosial (bansos) #pkh #bpnt #bansos 2026 #bansos