JP Radar Kediri – Belakangan ini, masyarakat dibuat heboh dengan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 yang telah resmi dibuka untuk periode Mei hingga Juni 2026. Poster tersebut tampil meyakinkan dengan menyematkan lambang Garuda, logo Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga sebuah tautan untuk mendaftar.
Namun, masyarakat diimbau untuk berhati-hati. Pemerintah melalui BKN memastikan bahwa informasi yang beredar luas tersebut adalah hoaks atau berita bohong.
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara BKN, Wisudo Putro Nugroho, menegaskan bahwa poster tersebut merupakan modus penipuan yang dirancang untuk mengelabui masyarakat.
Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2026 Dibuka Kapan? BKN Beri Pesan Ini
"Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap beredarnya informasi palsu terkait pembukaan seleksi CPNS 2026 yang tersebar di berbagai platform digital. Mulai dari penggunaan tautan yang bukan domain resmi pemerintah hingga penggunaan narasi yang mendorong masyarakat untuk segera mengklik tautan tertentu," tegas Wisudo dalam keterangannya.
Bagi masyarakat yang jeli, terdapat satu kejanggalan fatal pada poster hoaks tersebut, yakni pada alamat situs pendaftaran yang dicantumkan. Poster itu mengarahkan calon pelamar ke sebuah tautan berdomain bebas, seperti .xyz.
Perlu diketahui, seluruh portal resmi instansi pemerintahan di Indonesia wajib menggunakan domain .go.id. Oleh karena itu, tautan selain domain tersebut, terlebih yang meminta pengisian data pribadi atau dokumen penting, patut dicurigai sebagai upaya pencurian data (phishing). Pendaftaran CPNS yang sah hanya dikelola secara terpusat melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN.
Baca Juga: Info Resmi Pembukaan CPNS 2026, BKN Minta Publik Waspada Modus Link Palsu, Ini Ciri-cirinya
Lantas, Kapan CPNS 2026 Benar-benar Dibuka?
Hingga saat ini, pemerintah belum menerbitkan jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026. Namun, sinyal pembukaan rekrutmen abdi negara pada tahun ini memang sudah dipastikan ada.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, membenarkan bahwa pihaknya tengah mematangkan persiapan formasi. "Mudah-mudahan (2026 dibuka tes CPNS)," ujar Rini pada Senin (8/6/2026).
Sebagai langkah konkret, Kementerian PANRB telah merilis Surat Edaran Nomor B/1553/M.SM.01.00/2026 tertanggal 12 Maret 2026. Surat tersebut menginstruksikan seluruh instansi pusat dan daerah untuk mendata kebutuhan ASN tahun ini. Usulan formasi inilah yang nantinya akan ditetapkan dan diumumkan sebelum pendaftaran resmi dibuka, yang biasanya jatuh pada pertengahan hingga akhir tahun.
Banyaknya masyarakat yang terkecoh oleh hoaks CPNS 2026 tidak lepas dari momentum rekrutmen ASN yang saat ini memang sedang berlangsung. Namun, yang sedang dibuka bukanlah CPNS, melainkan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sekolah Rakyat Tahun 2026.
Program yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial ini dibuka pada 8-14 Juni 2026 guna mengisi 5.127 formasi tenaga kependidikan, seperti Wali Asuh, Operator Sekolah, dan Tenaga Administrasi.
Masyarakat kerap menyamakan istilah ASN dengan CPNS, padahal ASN terbagi menjadi dua status:
PNS (Pegawai Negeri Sipil): Memiliki masa prajabatan dan diangkat sebagai pegawai tetap.
PPPK: Pegawai ASN yang direkrut berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu.
Dibukanya seleksi PPPK tidak serta-merta menandakan pendaftaran CPNS juga ikut dibuka secara bersamaan.
Baca Juga: Info Resmi Rekrutmen CPNS 2026 Diungkap BKN, Awal Poster Hoax Beredar!
Daftar Kanal Informasi Resmi Rekrutmen ASN
Agar terhindar dari informasi yang menyesatkan dan potensi penipuan, BKN mengimbau masyarakat untuk mengecek fakta secara mandiri dan hanya merujuk pada saluran resmi pemerintah.
Berikut adalah daftar situs dan akun media sosial resmi yang dapat dipantau:
Portal Pendaftaran Terpusat: https://sscasn.bkn.go.id
Website Resmi BKN: https://www.bkn.go.id
Website Resmi KemenPAN-RB: https://menpan.go.id
Instagram Resmi BKN: @bkngoidofficial
Instagram Resmi KemenPAN-RB: @kemenpanrb
"BKN mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan literasi digital dan berperan aktif menghentikan penyebaran hoaks. Jangan sampai keinginan menjadi ASN justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Selalu cek sumber informasi sebelum percaya dan membagikannya," pungkas Wisudo.
Editor : Shinta Nurma Ababil